MENGAPA BLOGGER YANG MENGANDALKAN ADSENSE TIDAK KAYA KAYA?

Menurut laman Qoura sebuah perusahaan besar berbentuk media tidak mungkin mengandalkan adsense untuk membayar beaya operasionalnya. Sebut saja Tirto.id, Kumparan, Mojok tidak akan tampak ada iklannya bukan? Dari sisi karakter, bentuk fisik, dan cara beroperasi basis kerja mereka adalah website. Sama saja dengan blogger, wordpress, igniester, wix dst.

Lho, darimana penghasilan sejati mereka ya...
blogging and adsense
blogging and adsense
Website website besar dunia seperti CNN, Aljazera, Forbes adalah situs situs kaya raya. Yang pasti sebagian besar dari mereka telah memulai usaha mereka dari NOL, barangkali sama seperti kita memulai blogging dari NOL. Lalu dari mana penghasilan masuk untuk membayar para staff dan karyawan yang sebagian besar gajinya tidak kecil? Barangkali fakta di bawah ini dapat menjadi pelajaran bagi kita.

1. Brand

Mereka menjual brand, dan mereka menjadi branded itu karena telah membangun brand dari awal. Jadi tidak keliru untuk website ternama nasional - jika ada perusahaan atau klien yang mau membooking full satu halaman saja dari halaman mereka tarifnya berkisar antara 1-1,5 Milyar Rupiah. Saya ternganga waktu baca itu.

Untuk slot iklan saja - ingat ini tarif 'numpang ngiklan' ya, satu slot teks iklan media media yang telah memiliki basis pembaca besar sebuah brand harus merogoh kocek minimal 50 hingga 100 jutaan, itu baru iklan teks. Dan jumlah pop up iklan tayang mereka minta ampun banyaknya kalikan saja dengan jumlah tarif per slot tadi. Jangan ngiri ya...

Kalau Marketingnya tidak pingin di pecat,targetnya satu minggu paling sedikit dapat satu orderan iklan ya kalau bisa dengan berton ton popup.

Lihat juga...
tuh Facebook, Twitter, Pinterest, Linkiden dsb. Mereka adalah media Social online dengan penghasilan jasa publisher iklan yang juga 'Raksasa'...

2. Sponsorship

Namun penghasilan utama mereka bukanlah iklan adsense, mereka kontrak kerja langsung dengan brand brand ternama. Dan kerjasama ini bukan hanya antar Brand, tapi juga dengan pihak pemerintah, bank, intansi, kampanye dll. Jadi tidak heran kadang secara halus ada juga lho media yang seolah pro banget ke instansi pemerintahan. Namun beritanya akan di tandai sebagai: 'sponsored'. Jadi tidak ada yang salah, yang salah itu kita pembaca yang gagal fokus.

Nah penghasilan sponsored ini tidak dapat dibanding banding sama hasil iklan adsense. Jauuhhhh..tekan kontraknya hingga puluhan dan bahkan ratusan Milyar.

3. Brand to Brand Partnership.

Nah ini dia mengapa adsense gak laku sama mereka. Jadi, mereka tidak mengambil jasa sebagai publisher adsense dan 'nge-sub' kerja jadi tangan kedua dari Google. Kebanyakan pihak pengiklan bekerjasama langsung dengan media media besar seperti kompas, detik, Tirto.id, Kumparan. Bayaran mereka tentu saja berdasarkan 'kontrak' mereka ikut nentuin harga.

Kalau bisa langsung jadi kontaktor utama, ngapain jadi sub - kontraktor,  ya kan.

Beda sama kita yang 'nge-sub' sama Google, bayaran kita sudah ditentukan sama Google sebagai bentuk komitmen ke mitraan pendistribusian iklan kepada para publisher, diantaranya ya para Blogger dengan cara menayangkan iklan iklan tersebut di halaman blog mereka masing masing. Saya juga, malangnya setelah satu tahun baru terima RP. 1,5 juta...

Nah itu sebabnya mungkin bagi blogger personal adsense itu tampak sangat penting dan lumayan penghasilannya, namun hal tersebut berbeda bagi perusahaan media atau website website besar. Jumlah itu sangat kecil sekali. Recehan banget ya.

Ternyata brand sebuah halaman web itu penting sekali ya. Tidaklah tertutup kemungkinan suatu masa sebuah halaman blog sekalipun jika sudah branded akan mendapatkan tawaran tawaran serupa pada suatu masa...

Beri Komentar atau, Ajukan Pertanyaan

9 Comments

  1. hi Sofyan

    i read your kind comment on one of my quite previous post
    thank you :)

    as for i know about adsense my eldest son and his friend had mode website with it once but they did not have time to continue it later when they got into university
    this piece of writing by you seems inspiring and useful for many curious minds
    blessings!

    ReplyDelete
    Replies
    1. How you going my friend. Thank you for visit. I know hard to you even to read the translation. 😊

      Recently is worse. It Just comparation among websites. Like David vs Zoliath.

      Delete
  2. Memang seperti itu adanya
    Mengandalkan sponsor dari beritanya
    Apalagi jika sudah menyangkur soal politik, wah panen raya mereka. Siapa yang kuat bayar pastinya itulah pemenang atau yang dipilihnya
    Kalau blogger, wah receh banget :D

    ReplyDelete
  3. kalau adsense skrg orang mainnya di youtube ya,, itu pun hanya sedikit akun yg mampu mendulang ribuan dollar perbulan, sisanya mah recehan :D

    -Traveler Paruh Waktu

    ReplyDelete
  4. Ahhh suka baca ini!

    Saya adalah seseorang yang percaya bahwa branding itu penting adanya, dan konsisten adalah the key!

    Itu mengapa saya rutin menulis tiap saat rutin update biar pembaca jadi lebih familier.
    Di saat orang sibuk belajar blogging, saya sibuk praktik blogging qiqiqiqiqiq


    Dan meski banyak yang bilang, udah nulis banyak dapat apa?
    Udah banjir job kah?
    Saya Alhamdulillah banjir menulis hahahahaha

    ReplyDelete
  5. Iya juga mas. Soalnya youtuber aja ngajak subcribernya tuk follow akun medsos-nya, masuk akal mas..

    ReplyDelete
  6. Bener banget mas,,,sesuai dengan kenyataan yg saya rasakan,,,kalau ngandelin adsense selama 1 tahun ngeblog ini saya tidak akan dapat apa apa,,,malah kebanyakan dari job-job seperti content placement dan job review

    ReplyDelete
  7. Betul sekali, kalo mengandalkan adsense sekarang susah sekali untuk pendapatan blogger, setahun baru bisa dapat bayaran.

    ReplyDelete

2 IN 1: from EDITBLOGTEMA to EDITBLOGTEMPLATE