ADAkAH TAKDIR DI DALAM RUANG WAKTU HIDUP KITA?

Dunia kita, yakni dunianya umat manusia sedang dirundung oleh masalah. Yang terakhir sedang kita hadapi adalah meluasnya serangan wabah covid-19 bersama dampak mengerikan yang telah ditimbulkannya.
Betapa tidak, bukan hanya berdampak langsung terhadap keselamatan nyawa manusia virus ini dapat memupuskan harapan pertumbuhan kemakmuran  sebuah negara berikut rakyat yang hidup di dalamnya dan menghancurkan sendi sendi perekonomian yang digerakan oleh INDUSTRI di seluruh dunia.
sosical distancing
In social distancing

Dengan diberlakukannya pembatasan pelaku manusia berinteraksi satu sama lain bahkan di beberapa negara telah diberlakukan kebijakan lock down yakni menutup pintu masuk dan keluar perbatasan masing masing, artinya bisnis dua arah tidak bisa berjalan lagi. Stop dulu sampai wabah mereda.

1. Takdir dalam Ruang waktu hidup kita: wabah penyakit. 

Perhatikan dan renungkan saja. Kita manusia memang sedang dalam kesulitan besar mengapa? Karena semua kebiasaan kita tiba tiba berubah. Kebutuhan, kepentingan,  dan kesenangan kita terganggu. Semua itu kini tidak dapat dilanjutkan seperti biasanya.

Kita tidak lagi berjabat tangan, berpelukan dan berdekatan. Kita tidak lagi saling berkunjung dan pulang ke kampung.  Semua pola yang kita anggap manusiawi telah berubah menjadi kebalikannya.

Kita harus menjaga jarak satu sama lain. Berpisah kita selamat, bersatu kita celaka.

Namun alam berbeda, Seketika semua kegiatan produktivitas manusia terhenti, mesin mesin produksi telah dimatikan di mana mana, dunia seolah sedang menarik nafas segar.  Pencemaran menurun drastis!

Menurut laporan kota Shanghai tampak lebih jernih orang mulai melihat birunya langit. Langit Jakarta tampak lebih bersih.

Italia, Inggris, Perancis, Spanyol dan pada akhirnya seluruh benua biru tampak lebih jelas dari satelit ruang angkasa.

Amerika, Australia dan negara negara pasifik mulai mengurangi produksi, ruas ruas jalan menjadi sangat sepi,  ratusan juta pabrik dan mesin mesin berhenti mengeluarkan asap.

Para ahli melihat hal ini sebagai hal biasa dalam kurun dan siklus waktu seratus tahun, masa 'bersih bersih' telah sampai. Dalam sejarahnya manusia telah berkali kali diserang oleh wabah penyakit seperti kolera, sars, HIV dll. Diantaranya pernah membunuh lebih 200 juta populasi manusia.

Oh dunia sedang bernafas, corona memang tampak 'jahat' untuk umat manusia, tapi mereka hanyalah bentuk cleaning service alam kita.

Lihatlah betapa lapisan ozon semakin menipis dan udara semakin beracun. Alam sedang membersihkan dirinya melalui kesadaran yang kompleks. Bahkan manusia dikalahkan, mereka lebih banyak mengeliminasi mereka yang berusia senja.

Tidak peduli latar belakang, keyakinan dan agama yang menjadi atribut kemanusiaan, semua di singkirkan.

Sebenarnya siklus kekacauan yang dialami umat manusia bukan hanya wabah, tapi juga perang dan bencana alam.

2. Takdir dalam ruang waktu hidup kita: Perang.

Perang dunia kedua dianggap perang yang paling mematikan. Ratusan juta orang jatuh ke dalam jurang penderitaan yang tidak terperikan, ratusan juta yang lain bahkan tampak mati sia sia...

Kita yang tidak mengalaminya tidak dapat membayangkan nya. Namun perang klasik yang paling dikenang oleh orang Eropa adalah pada masa invasi tentara Mongol di bawah komando Jengkhis Khan. Pria berkuda berbaju jirah besi gelap mengkilap dengan puluhan ribu pasukan terlatih memanah di belakangnya menerobos gelapnya benua Eropa yang dingin, tiba tiba membunuh dan membakar rumah penduduk, memanggang manusia manusia yang masih bernyawa dengan hunjaman tombak kokoh dan anak anak panah yang meleset secepat kilat.

Tapak tapak kuda membubungkan debu debu di tanah kering, setiap jalan yang dilewati setiap kota yang ditinggalkan luluh lantak menjadi abu. Eropa dalam ketakutan.

Setelah menaklukkan Hungaria, Polandia dan menundukkan kerajaan kerajaan Kiev di benua Eropa,  pasukan Mongol meninggalkan jumlah korban nyawa yang sangat besar. Itu tercatat sebagai sejarah yang sangat kelam bagi Eropa. Tapi tahukah kita? Setelah 500 tahun berlalu para ahli kemudian mengatakan Jengkhis Khan ternyata berjasa besar dalam menahan lajunya kerusakan ozon di langit biru.

Bayangkan, pada saat itu pabrik pabrik berbahan fosil batu bata. Sedang marak di Eropa. Roda perekonomian ditopang oleh produksi bahan bahan kebutuhan ekonomi. Asap hitam dari cerobong pabrik adalah hal yang lumrah pada masa itu.

Nah pada saat pria yang bernama asli Temujin itu datang, dia seolah olah hanyalah orang 'yang dipilih' oleh alam untuk meredakan pengrusakan ozon di langit. Ozon sangat penting bagi keseluruhan kehidupan di permukaan bumi, bukan hanya demi manusia, tapi juga demi tanaman dan hewan.

Hukum alam tidak akan campur tangan persoalan etika manusia. Kitalah yang membuatnya dan mempertahankannya. Alam bisa saja berubah sangat menakutkan tidak perduli seberapa baik kita menganggap diri kita telah benar. Tuhan telah memiliki hukum alam.

3. Takdir dalam ruang waktu hidup kita: Bencana Alam.

Bencana Alam seperti gempa bumi, Gelombang Tsunami, kebakaran, letusan gunung berapi dapat menimbulkan kerusakan dan kepunahan populasi makhluk hidup tidak terkecuali manusia. Ada beberapa kehancuran massal telah di catat dalam sejarah.

Tahun 79 Masehi gunung Vesuvius meletus dan menimbun kota Pompei tanpa ampun. Kengerian nya ter gambar jelas hingga zaman sekarang, lontaran benda padat dan lahar panas yang luar biasa membinasakan makhluk makhluk hidup dan tanaman dalam hitungan menit termasuk masuk manusia yang menjadi penghuninya.

Seketika sejarah mencatat kota Pompei hilang dari peradaban Romawi. Bencana itu datang terlalu besar daripada kemampuan akal dan budi daya manusia.

Seratus tahun setelah bencana tersebut ekosistem baru terbentuk seperti sorga awal kehidupan dibawah laut, di daratan yang menghijau oleh hutan kayu oak, dan di udara burung beterbangan.

Bunga bunga lembayung tumbuh menjalar jauh dari jarahan tangan manusia. Udara beraroma terhidu oleh makhluk makhluk hidup generasi baru.... Demikianlah alam bekerja, walaupun terkadang begitu keras dan kejam bagi satu dan dua generasi manusia yang mengalaminya.

Terkadang kehancuran satu generasi memberikan begitu banyak arti pada kehidupan berikutnya.

4. Takdir dalam ruang waktu: Kebaikan membunuh kebaikan.

Tidak harus dalam artian peperangan. Kita mungkin mengenal seseorang yang begitu baik kepada keluarganya. Dia bekerja di sebuah perusahaan asing memiliki posisi penting. Dengan posisinya tersebut banyak anggota keluarga yang dapat kehidupan layak, karena dengan mudah mereka mendapat pekerjaan di perusahaan yang sama.

Itu adalah contoh kecil sebuah kebajikan. Orang tersebut memang di puji sebagai orang baik oleh orang orang yang terdiri kaum kerabatnya karena merasa tertolong. Namun sadar atau tidak sadar dia telah membunuh dan merampas kesempatan orang lain yang bukan keluarganya karena seluruh lowongan pekerjaan telah terisi penuh oleh kaum kerabatnya.

Hukum alam bekerja seperti teori Darwin: Yang kuat akan menang. Bukan yang berdoa dan ingin bekerja. Yang menang itu yang yang kuat baik akal,  mental, maupun fisiknya.

Di Italia, bahkan sekarang terjadi hal yang sama di Amerika, akibat banyaknya korban positif corona rumah sakit kekurangan tempat untuk menampung pasien, tenaga medis bahkan sangat kewalahan karena setiap hari pasien yang menjadi korban masuk berlipat ganda.

Beberapa tenaga medis bahkan telah menjadi korban tidak sedikit yang akhirnya meninggal dunia. Menurut saksi mata, sekarang dokter dapat menentukan siapa yang akan dirawat, dan siapa yang akan dibiarkan mati.

Demi kebaikan, pasien tua, lemah dan tidak punya harapan sembuh tidak lagi mendapatkan prirotas. Dokter dapat mencabut oksigen dari pasien lama yang sudah parah dan memberikan nya kepada pasien baru datang yang masih terlihat kuat.

VICIOUS CYCLE
Menteri hukum telah mengumumkan pembebasan 30 ribu napi, bersiap siap menghadapi gelombang baru problema hasil reses kebijakan penangan corona. 

Tampaknya HAM,  pemerintah dan DPR kali ini telah sefaham. Yang keberatan duduk terdiam, hanya mengetukan ujung pena ke meja,  kalah jumlah suara.

Demi kebaikan, tetapi lihatlah dengan apa kita harus membayarnya: Dengan memaafkan para koruptor yang telah dipenjarakan,  dengan membebaskan para kriminal, pembunuh, pemerkosa, maling kambuhan.

Setelah itu kita tidak tahu lagi apa yang harus kita takuti dan waspadai : keselamatan nyawa, harta benda dan keluarga?  Keselamatan anak anakmu? Karena kejahatan juga mengintai sama misteriusnya dengan virus corona. 

Bahkan kalau corona adalah virus yang memiliki masa hidup periodik (sampai keujung siklus menghilang), kriminalitas tidak semudah itu menghilang bahkan tidak akan menghilang, itu penyakit klasik yang cenderung 'abadi'. Penyakit yang juga sangat mudah menularkan kekacauan. Dan penderitaan terhadap sesama manusia.

Apalagi Ramadhan dan Idulfitri sudah dekat diikuti dengan meningkatnya kebutuhan dasar manusia.

Semoga siklus wabah dapat berakhir karena jika Membaca hasil record stats,  gelombangnya memang semakin melemah karena memang hukum alam memiki trend ketahanan kehidupan biologis makhluk hidup jenis virus terhadap periode waktu. Namun tanpa penanganan yang tepat, corona tetap akan menimbulkan kerugian nyawa.

DOA MEMBERIKAN KEKUATAN 

Einstein pernah memberikan pernyataan sebagai berikut:
Pengkajian saintifik didasarkan pada ide bahwa segala sesuatu yang sedang terjadi ditentukan oleh hukum alam, dan dengan demikian determinisme ini juga berlaku bagi setiap tindakan manusia.
Karena itulah, seorang ilmuwan peneliti hampir hampir tidak bisa percaya bahwa kejadian kejadian di dalam jagat raya ini dapat dipengaruhi oleh sebuah doa, yakni oleh suatu permintaan yang ditujukan kepada suatu oknum Adikodrati
namun jangan lupa, doa adalah harapan, terlepas ia dapat mempengaruhi hukum alam atau tidak,  paling tidak secara psikologis mampu membuat yang percaya memiliki kekuatan dan harapan...

Beri Komentar atau, Ajukan Pertanyaan

0 Comments