MANFAAT BELAJAR MATIMATIKA SEJAK DINI BAGI MANUSIA.

belajar matematika sejak dini - editblogtema
belajar matematika sejak dini
Mungkin telah banyak diantara kita yang menyadari betapa besarnya pengaruh matimatika dalam membentuk bulat lonjongnya realitas dunia kita ini. Matimatika adalah dasar sains, matimatika adalah pondasi teknologi, matimatika adalah alat latih yang mampu meningkatkan kecerdasan logika dan membuka kesadaran kognitifi manusia untuk membuka rahasia alam dan menjawab tantangan hidup.

Menurut laman hellosehat, belajar matematika tak hanya mengasah kecerdasan tetapi juga berdampak bagi kesehatan, khususnya fungsi otak.

Seperti diketahui, otak manusia terdiri dari empat bagian yang disebut dengan lobus. Keempatnya disebut sebagai lobus frontal, lobus parietal, lobus oksipital, dan lobus temporal. Setiap bagiannya memiliki fungsi dan lokasi yang berbeda.

Saat mempelajari matematika, bagian otak yang bekerja adalah lobus frontal dan parietal. Lobus frontal terletak di daerah dahi kita dan berfungsi untuk memproses informasi baru, berpikir logis, mengatur gerakan tubuh, dan berbahasa. 

Sementara itu, lobus parietal berfungsi mengatur indra peraba (sentuhan), mendeteksi lokasi dan arah, serta berhitung.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan Profesor asal Jepang Ryuta Kawashima, pada saat beliau mencoba membandingkan otak responden yang bermain game dengan mereka yang mengerjakan soal matematika sederhana. Ia menemukan hasil yang tidak disangka, nyatanya, otak manusia justru lebih aktif saat mengerjakan soal matematika. Walaupun hanya dengan mengerjakan soal matimatika sederhana.

Kedua sisi kanan dan kiri otak manusia menjadi seimbang. Bahkan bagi lansia dianjurkan tetap belajar matimatika untuk mencegah kepikunan dini.

DUNIA BERUBAH DENGAN CEPAT KARENA MATIMATIKA
Matimatika adalah  alami. Alam ini sendiri terdiri dari gejela matimatika. Tidak percaya? Ketika saya berdiri seorang diri diatas balkon dan menghirup kopi saya, mata saya memandang ke langit biru ada bintang kemintang dengan cahayanya yang berkelip kelip ada bulan dengan bentuknya yang bulat. Geometri! Saya bertanya dalam hati, seandainya saya bisa terbang, dapatkah saya mencapainya? Itu adalah pertanyaan dan perkiraan paling mendasar dalam matimatika.

Kopi saya habiskan dalam beberapa menit. Matimatika waktu. Kita tidak sedang membicarakan hitungan hitungannya, itu adalah bahasa yang di buat oleh manusia. Kita sedang membicarakan gejela gejelanya di alam semesta, di realitas kehidupan kita. Keinginan kita untuk menghitung agar tidak membayar harga dengan waktu adalah termasuk ke dalam gejela gejala tersebut.

Dan ketika kita sedang berada di tempat yang sepi di malam hari lalu tiba tiba bulu kuduk kita berdiri, kita tidak dapat menjelaskan kecemasan kita, ada kebenaran semu yang yang ingin kita jadikan patokan agar diri kita menjadi tenang: "Ada sesuatu yang membuat buku kudukku merinding" itu mungkin sesuatu. 

Di dalam sains istilah itu dinamakan kosmos. Kosmos yang diselimuti rahasia yang harus kita kuak secara matimatis!

Mengapa matimatika?
  1. Matimatika adalah dasar dari sains dan teknologi.
  2. Matimatika adalah alat latih logika yang paling penting bagi manusia dan melatih kita "berpikir secara algoritmik". Yaitu, untuk dapat berpikir secara abstrak tentang kuantitas, proses, hubungan dan bukti. 
  3. Lebih jauh Matimatika membuat manusia mampu berfikir lebih abstrak dan memiliki kecerdasan yang kognitif.
  4. Mempelajari matematika dapat disamakan dengan latihan beban atau latihan silang untuk meningkatkan kekuatan mental dan stamina pelajar dalam pemrograman, ilmu yang belakangan di akui sebagai ilmu pangetahuan modern.
Sejarah telah memberikan referensi yang kuat, di masa lalu ribuan tahun budaya budaya runtuh dan bangkit kembali, namun selama ribuan tahun cara hidup manusia tidak berubah, manusia hanya mengenderai kuda, memakai pedang, tombak dan panah.

Tetapi revolusi teknologi baru terjadi di Eropa ketika sarjana sarjana moslem membongkar kembali khazabah kitab kitab matikamatika Yunani kuno dan mulai mengembangkannya. 

Namun dunia baru benar mulai berubah ketika ilmuwan barat bermunculan melakukan eksprimen eksprimen berani mereka melawan tabu dan tidak sedikit diantara mereka yang di jatuhi hukuman berat karena di anggap melanggar ajaran agama. Semua itu datang dari kesadaran manusia untuk menjangkau dan mendobrak batas tabu pandangan dunia lama.

Dan dunia tidak mungkin jalan di tempat. Matimatika kemudian benar benar telah melahirkan generasi baru yang terlatih berfikir secara logika. Tiba tiba dunia berubah hanya dalam kurun waktu kurang dari 200 tahun! Dan entah bagaimana hari ini segala perubahan terasa semakin cepat dan menggairahkan.

Hari ini di dunia kita yang modern, setelah matimatika bahasa koding mulai mendominasi hampir semua lini kehidupan. Dari perangkat lunak, aplikasi utilitas, game hingga entertain di buat berdasarkan produk digital berbasis online yang bahkan tidak dapat dibayangkan oleh orang orang yang pernah hidup 500 tahun yang lalu.


www.editblogtema.net

SHARE YA...

Comments

  1. Kirain matimatika cuma masalah penambahan, perkalian, pengurangan dan pembagian, ternyata banyak hal lain ya. Matimatika adalah alat latih logika yang paling penting bagi manusia dan melatih kita "berpikir secara algoritmik". Yaitu, untuk dapat berpikir secara abstrak tentang kuantitas, proses, hubungan dan bukti.

    Makasih banyak kang, jadi nambah ilmu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hehehe... Kalau penambahan, perkalian, pengurangan, pembagian itu namanya BERHITUNG.

      Kalau melibatkan Formula dan rumus baru masuk ke matimatika....

      Delete
    2. Berarti selama ini saya cuma tahu berhitung, ga tahu matimatika..😂😂😂

      Delete
    3. Pandai berhitung dasar mengerti MTK

      Delete
  2. Saya kurang suka Matematika, meski dulu waktu SD nilai saya lumayan bagus.
    Tapi memang benar ya, sejauh apapun kita menghindari Matematika, tetep saja hidup penuh dengan Matematika hahaha.

    Sebenarnya sih bukan ke aplikasinya ya, tapi matematika dasarm saya kurang menguasainya.
    Thanks deh ke pencipta kalkulator hahaha

    ReplyDelete
  3. Bener bgt sih, skrg yg hidup serba milenial dan digital apa2 ketemu koding. Uhuy
    Matematika : pola.. Meski aku nggak begitu suka matematika sih, hhh

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bukan generasi milineal lagi. Tapi zen Z

      Delete
  4. Matematika adalah pelajaran yang bak momok buat aku pribadi, entahlah aku lemah urusan eksak atau hitungan. Lebih suka bahasa tau segala jenis yg hapalan
    Padahal kalau pintar mateematika bisa ngehemat ga sah ngelesin ke gueu privat huhu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh kalau gak suka gak bisa dipaksain seperti coba maksain menyukai seseorang dalam hidup yang ada bawaannya kesal melulu 😀

      Delete

Post a Comment

Ajukan pertanyaan, kami mungkin tidak bisa langsung menjawabnya. Namun pertanyaan anda mungkin berguna dan penting bagi pembaca blog ini.

Terimakasih

Salam dari Admin
Anissa Auliasari