APA YANG AKAN TERJADI TERHADAP WEBSITE SETELAH ANDA MENINGGAL?

Mungkin anda tidak perduli, tapi bagaimana jika halaman website anda adalah halaman pencetak uang? Mau tidak mau anda harus perduli. Nah ini yang akan terjadi:

1. Jika itu adalah akun Media Sosial.

Jika anda memiliki akun bisnis di Facebook, Instagram dan lain lain. Apa yang akan lakukan dengan hal itu sebelum anda mati? Jika anda tidak ingin meninggalkan jejak umum di internet anda dapat memutuskan: MENGHAPUS AKUN MEDSOS ANDA SEBELUM ANDA MATI.
when you pass by anissa
When you are gone
 Jika anda tidak menghapusnya dalam jangka waktu beberapa lama pihak pengelola Media Sosial yang telah anda pergunakan, mereka akan mencoba menghubungi anda melalui email yang anda pergunakan. Jika tidak ada respon, akun akan di hapus secara otomatis dalam jangka waktu tertentu.

Tetapi sebelumnya saya ragu jika mereka tidak melakukan "back up" seluruh kegiatan semasa anda hidup. Karena ketika anda pertama mendaftar saya juga ragu tidak semua orang membaca "term of condition" atau Privacy of policy" yang menjelaskan bagaimana pengelola akan menggunakan privasi anda ke dalam kegiatan bisnis mereka di internet.

Bayangkan setelah anda meninggal, sebagian diri anda masih tetap bergentayangan di internet.

Jika hari ini anda masih menganggap "itu hanyalah medsos" dimasa depan anda keliru. Itu adalah bagian dari aktivitas manusia untuk berinteraksi dan mempelajari hidup anda sampai ke dalam isi kepala anda.

Tentu saja jejak digital kita tetap tertinggal di internet setelah selama hidup anda bermain di Facebook, instagram, twiter atau bahkan Pinterest dan Linkedin. Sekalipun sekarang anda mulai menghapusnya. Semua itu tidak terlepas dari interaksi anda dengan sesama pelaku medsos atau warga net.

Setiap hal yang berwarna warna yang anda tulis dan anggap indah itu tidak semua orang memandangnya dengan hal yang sama. Ada saja orang orang yang membenci anda dengan diam diam karena postingan anda itu. Tetapi sadar atau tidak sadar anda telah bersedia menerima risikonya karena anda aktif di Facebook, instagram dkk.

Jika tidak tentu lebih baik dari dulu anda tidak usah "exist" disana. Semua yang telah kita lakukan dalam hidup ini tidak ada yang gratis. Media sosial akan menagih segalanya bahkan sampai anda telah mati. Seluruh kisah baik dan buruk anda akan dipelajari terutama untuk ekspos ke bisnis. Terlalu filosofis? Tidak! Itu logika.

Jadi anda bisa memutuskan menghapus akun anda, atau membuat wasiat kepada ahli waris dengan memberikan seluruh akses, password dan segala yang terhubung ke jejak digital anda di internet kepada ahli waris untuk melakukan tindakan pengambilan keputusan: Di hapus atau di lanjutkan.

Bagi anda yang memiliki akun bisnis premium di media sosial yang terkait dengan kegiatan jual-beli, lebih baik dipikirkan mulai sekarang, bersiaplah dengan ahli waris untuk pengelolaannya.

2. Jika itu adalah website anda

Jika sekedar blogging, banyak juga orang membiarkan blognya mati sebelum berkembang. Di tinggalkan begitu saja karena telah dianggap tidak menghasilkan apa apa. Sekalipun blog tersebut telah memiliki domain premium. Tetapi pihak domain dan hosting akan mencoba menghubungi anda via email pada saat batas pembayaran tahunan jatuh tempo meminta anda untuk memperbaharui pembayaran. Ini hanya dapat dilakukan oleh pemilik asli halaman web.

Dan jika tidak ada respon dalam jangka waktu yang telah mereka syaratkan, maka blog tersebut akan di nonaktifkan. Anda akan menemukan domain anda ditawarkan kepada pembeli umum.

Akan tetapi perlu anda pertimbangkan jika halaman web terkait dengan profesi, penghasilan, tutorial atau pendidikan online, sama halnya dengan akun medsos, anda mungkin harus mempertimbangkan untuk mengalihkannya kepada seorang ahli waris yang telah anda persiapkan.

Anda bisa mempercayakan nya pada seseorang terpercaya yang memiliki akses penuh mengelola domain dan hosting yang telah anda beli dan mewariskan-nya.

Mungkin ini hanya berlaku buat domain saja sementara jika anda memiliki aset digital lain yang terkait dengan domain namun dengan password yang berbeda, sebaiknya mulai sekarang membuat semacam "Master Password" sehingga kelak semua aset dapat di akses melaluinya.

Alternatif lain anda dapat mewariskan-nya kepada anggota keluarga. Atau mulai melakukan penawaran untuk di jual melalui jasa online....

3. Dan, apa yang terjadi setelah itu, bagaimana anda terlihat setelah anda tiada?

Patut juga dipertanyakan, ketika semasa hidup anda mengutip, memposting kata kata dan gambar di internet. Apa yang terjadi adalah, gambar dan kata kata anda  di sebar kembali di halaman internet. Baik secara langsung atau pun tidak.

Berbeda dengan medsos yang seluruh properti dan aset di kelola oleh pihak ketiga dan dipergunakan oleh jutaan pengguna secara massal bersama sama, website bisa berbentuk personal dan anda memiliki hak kontrol penuh terhadapnya kecuali kewenangan kontrol terhadap pembatasan domain dan hosting adalah kewenangan pihak pemilik server dengan ijin mengelola.

Namun pada prinsipnya Internet itu adalah sebuah dunia yang tidak berada di bawah kekuasaan anda. Jika segala informasi perihal diri anda bisa saja masih tersimpan di dalam server pusat sebuah medsos selamanya dan masih dapat di pergunakan oleh pemilik maupun user lain yang masih hidup dalam bentuk copy yang pernah mereka lakukan, maka sebuah website pribadi dan bisnis milik anda mungkin akan terus hidup seperti sebuah buku digital di internet yang berisikan seluruh bentuk pemikiran anda yang benar dan juga yang salah.

Dan pada prinsipnya karena internet tidak berada di bawah kekuasaan kita, apa yang telah kita pergunakan, baik berbentuk medsos, website, situs lainnya bisa jadi merupakan jejak rekam digital diri anda. Dan menimbang betapa majunya dunia internet setelah kepergian anda. Anda bisa saja seolah "hidup" kembali.

Bayangkan, semasa hidup mungkin kita menginginkannya. Tetapi suatu waktu setelah kita tiada, kita tidak mungkin lagi berubah pikiran...Jadi untuk website jika anda berniat untuk tetap mengontrol-nya, sebaiknya menyiapkan ahli waris yang terpercaya mulai sekarang.

www.editblogtema.net

Beri Komentar atau, Ajukan Pertanyaan

10 Comments

  1. Kalau saya malah, memang berharap meski udah tiada, akan terus hidup meski di dunia maya, setidaknya untuk keluarga saya yang benar-benar merasa kehilangan saya.

    Jika mereka kangen saya, mereka bisa lihat dan baca jejak digital saya.

    Makanya saya punya blog lain yang enggak saya beliin domain, saya takutnya pas saya nggak ada, keluarga nggak ada yang mau terusin bayar domain saya sehingga akhirnya blog saya mati :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau saya masih bingung nih he he he

      Delete
    2. Saya juga jd agak merenung nih, takutnya walau platform pun gratisan dan cuma hobi ngeblog untuk melepas penat, e mungkin ada salah2 ucap atau bikin tulisan apa gitu, duh jd parno, makanya sekarang nulis yang ga detail2 aja lah ya tentang privacy walaupun ceritanya indah indah
      Yg umum2 aja kali ya

      Delete
  2. Yaa betul sekali, membaca tulisan diatas kalau saya pribadi akan lebih baik mewariskan website atau medsos sejak dini...

    Dalam artian kita butuh ancang2 atau waktu untuk penentu ahli waris..😄😄


    Karena apa umur kita tak pernah akan tahu sampai dimana. Karena sesuatu yang mendadak sangat sulit untuk terrealisasikan.😄

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebaiknya jangan diwariskan pada janda sebelah kang satria, tapi sama anak saja, takutnya dijual lagi..😂

      Delete
  3. Makanya sampai sekarang blog aku masih platform gratisan, nunggu tutup ngikutin seirama dengan keexistan blogspot itu sendiri, sedangkan akun yang berkaitan dg finansial kudu ancamg2 percayakan kepada pewaris
    Klo akun pribadi seperti media sosial malah klo dah ga ada, aku pingin dinonaktifkan saja ditutup gitu biar ga ada yang kepo2 hehe

    ReplyDelete
  4. Aku juga masih bingung bagaimana kedepannya, tapi niatnya sih mau diwariskan kepada anak nanti kalo sudah besar..😄

    ReplyDelete
  5. Wow siapa yang mau jadi ahli waris blog?

    ReplyDelete
  6. Saya jg sempat kepikiran mas. Ut blog saya yang isinya catatan kuliah mungkin akan diwariskan ke adik2 junior yang jg pny bakat menulis. Yg satunya blog pribadi klo domainnya expire masih bisa eksis karna berbasis blogspot.

    Duh kayak apa aja udh ngomongin warisan hehehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Didalam artikel kan saya tekankan itu tidak masalah jika hanya sebuah blog pribadi, tapi bagaimana jika sebuah website penopang usaha pencetak duit?

      Lagipula dengan asumsi di masa depa asset digital tidak akan terlihat sepele seperti sekarang. Seorang pemilik akun instagram denga follower ratusan ribu yang selama ini beroperasi sebagai "endorce" bahkan ketika pemiliknya "pergi" akun itu kini menjadi perselisihan hukum terkait finansial dengan pihak pengelola, pengguna jasa hingga pihak yang merasa sebagai kaum kerabat.

      Delete