November 15, 2019

KETIKA USIA HANYALAH HITUNGAN ANGKA: MASIH BISAKAH BELAJAR PROGRAMMING?

ilustrasi programming
ilustrasi programming
Sebuah pertanyaan paling klasik terkait belajar pada saat manusia sudah tua adalah:
"Bisakah aku belajar di usia 35, 40 dan seterusnya?" Dan pada kesempatan menulis saya ingin mengutip salah satu pertanyaan yang paling terkait dengan misi blog ini:

"Bisakah saya belajar programming, koding dan software pada saat saya telah tua?"

Saya maklum jauh sebelum jawaban itu ada faktanya orang di sekeliling kita, mereka kebanyakan memberikan jawaban yang sama, mengeluhkan keterbatasan diri mereka dan berkata:

"Saya sudah tua, otak saya sudah lemah, saya tidak bisa belajar lagi, apalagi jika harus belajar hal itu (koding, programming)"

Saya tidak terkejut jika menemukan, sejak mudapun mereka sebenarnya tidak mau belajar, mempelajari dan berfikir lebih keras. Saya hanya ingin mengingatkan, kita semua bisa berubah dan belum terlambat mencoba sesuatu walaupun hitungan usia sudah banyak. Itu hanyalah hitungan.

Perhatikan calon calon orang yang akan menjadi tua dan tidak melihat pilihan apa apa, yakni anak anak selepas tamat SMA tidak lagi belajar apa apa. Mereka juga kelak akan mengatakan hal yang sama. Kecuali jika mereka segera ingin berubah secepatnya.

BENARKAH SUSAH BELAJAR KODING KETIKA USIA KITA SUDAH TUA?
Salah! Jika anda ingin mengatakan:
Anakku harus belajar SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun. Lalu dia mengambil jurusan pada saat kuliah selama paling sedikit 6 semester, anda benar! Dan dia bisa menjadi professional paling tidak pada usia 22 tahun. Dia bisa menjadi seorang ahli mesin, penasehat keuangan, Teknik sipil dsb. Benar, itu benar. Itu adalah planning yang paling umum di tengah masyarakat dunia sejak turun temurun. Dunia pendidikan.

Akan tetapi jika anda ingin belajar programming dan belajar sedikit kalkulus anda akan menemukan programming itu adalah sebuah ketrampilan khusus yang harus diasah setiap hari. Anda tidak perlu menjadi muda kembali untuk melakukannya.

Namun jika anda tetap keberatan dengan alasan saya, saya akan mencoba menjelaskan ketakutan anda melalui alasan alasan berikut dibawah ini:

1. Anda sudah terlanjur percaya bahwa belajar itu lebih mudah dilakukan pada usia muda.
Ya, ya saya percaya. Karena ketika telah menjadi seorang tua anda harus mengurus keluarga, segala pikiran, tenaga dan finansial anda terkuras untuk hal itu. Tapi saya kuatir anda menjadikan alasan itu untuk melupakan belajar! Saya kuatir anda semakin percaya sama lagu sampah dengan syair: Belajar di waktu kecil bagaikan mengukir diatas batu (sulit tetapi berbekas abadi) belajar setelah dewasa bagaikan mengukir di atas air (mudah tapi tidak berbekas)

Tidak itu hanya syari untuk memotivasi anak anak. Dan sebagai orang dewasa anda tidak perlu menanggapinya apalagi harus tersinggung!

Yang anda butuhkan hanyalah meluangkan waktu, anda punya kelebihan setelah tubuh dewasa pada umumnya anda lebih sedikit tidur dan mulailah belajar! Jika anda selalu berkata otakku sudah penuh, memoriku sudah lemah, anda keliru lagi. Anda tidak perlu menghafal apa apa. Sebagai seorang dewasa anda justeru di untungkan oleh pikiran yang semakin logika!

Anda harus tahu satu hal, berfikir itu adalah logika! Dan dengan logika anda tidak perlu kuatir bahwa otak anda telah kekurangan ruang memori karena memikirkan banyak hal. Itu hanya perasaan anda saja. Dan jika anda memang berniat masih ingin menciptakan sesuatu, masih ingin menyumbangkan buah pikiran anda untuk dunia, usia 40 dan usia 20 tahun tidak ada bedanya.

2. Takut gagal
Semakin banyak hitungan usia semakin besar ketakutan akan kegagalan. Orang muda tidak mempermasalahkan kegagalan, masa depan mereka masih panjang.

Anda mungkin berfikir, usiaku sudah hampir kepala empat, dan aku harus memulai sesuatu dari awal? Usia berapa nanti baru sukses? Iya kalau sukses, kalau tidak? Anda harus tahu lagi satu hal, tubuh boleh cepat menua, tapi otak tidak akan pernah kering jika terus digunakan untuk belajar, bahkan hal itu akan membuatnya tumbuh lebih besar dari yang anda bayangkan.

Jadi itu bukan pikiran, tapi tekanan psikologis yang harus anda atasi. Takut memulai sesuatu pada batas hitungan usia bisa jadi merupakan kekeliruan terbesar umat manusia.

3. Tekanan sosial
Berapa lama anda bekerja hingga suatu hari boss diperusahaan tempat anda bekerja telah di ganti dan tiba tiba anda menyadari usianya adalah 15 tahun dibawah anda? Hal ini akan menjadi cermin buruk setiap waktu anda bersama lingkungan anda, maka dari itu mari lupakan hitungan usia anda.

Anda mungkin terkena omelan isteri di rumah: "Anak anak sekolah, eh bapaknya masih sekolah juga, kapan ada waktu untuk anak anak?" Ini terjadi pada saat proses, dan akan berbeda jika anda telah sukses.

Saya belajar sendiri bahasa programming selama dua tahun, selama itu saya menahan diri saya dari segala tekanan di tempat pekerjaan, keluarga dan diri saya sendiri. Saya memiliki atasan dan saya berusaha menjadi lebih besar dari dirinya, melihat lebih banyak posisinya dan akhirnya saya mengerti semua itu hanyalah masalah sepele yang tidak perlu di besar besarkan.

Setelah 2 tahun saya benar benar banyak mengerti bukan hanya bahasa programming web seperti HTML, CSS dan JavaScript. Tetapi juga fungsi fungsi matimatis daripada algoritma pemrograman. Dua tahun lalu saya benar benar "buta huruf" perihal tersebut. Kini saya tidak bisa lagi berhenti.

Belajarlah setiap hari, walau anda tidak muda lagi anda tetap akan mampu merobah dunia.

4. Masalahnya orang orang muda memotong kesempatan orang orang tua bekerja di suatu perusahaan IT
Masalahnya itu hanya syarat tertulis. Perusahaan membutuhkan tenaga ahli seorang yang memiliki kecakapan dan berguna untuk memajukan bisnis, bukan usia anda. Kenyataannya? Di zaman internet anda bisa mendapatkan pekerjaan online, mendapatkan projek tanpa perlu mengekspos informasi personal anda. Kerjakan projek IT sampai selesai, selesaikan dengan sempurna, dan anda akan mendapatkan uangnya.

Belajar programming adalah menciptakan sebuah dimensi ruang dan waktu untuk karir anda terutama di zaman sekarang.

Programming tidak membutuhkan tubuh muda, atau kecepatan usia muda demi mencapai goal. Programming adalah menciptakan sebuah sistem yang dapat bekerja sendiri untuk membantu anda. Itu adalah sistem dan kecerdasan berkat jerih payah kita dalam belajar. Jika anda ingin belajar sendiri tanpa guru di zaman now, juga sangat mudah. Begitu banyak informasi yang tersebar di internet.

Kesimpulannya, anda harusnya tetap belajar.

www.editblogtema.net

A coding addict, a hard smoker, love boxing even not a boxer. Love maths even not a scientist

2 comments:

  1. wow this is an EXCELLENT post Sofyan

    i can relate so well to it as i remember when i was in school i was patient of anemia and was also suffering with mental weakness

    i was only ten grade passed when i got married , i did my secondary education after early few years of my marriage

    then i got job as principal in a private school and my husband motivated me for further studies ,and i did my B>A and then Masters in english literature

    meanwhile i found that with each attempt my brain is getting better by the grace of Lord!

    my eldest son who is software engineer often advises me to learn programming i will but only reason is lack of time
    i am glad you shared this :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. I just highlight people must study and learn everything until they are going old. No matter what.

      I start learn and continue until the end

      Delete