November 18, 2019

MITOS POPULER ORANG ORANG ZAMAN DULU TENTANG HARIMAU

1. Harimau tidak akan menerkam wajah manusia karena wajah manusia ada tulisan nama Tuhan di dahi atau kening nya.

Menurut penelitian Harimau tidak akan menerkam wajah makhluk hidup apapun termasuk manusia karena, sejak jutaan tahun yang lalu dalam masa mereka berevolusi mereka telah belajar membunuh mangsa, yakni dengan cara menerkam di tengkuk mereka!
harimau
harimau
Faktanya memang benar harimau tidak akan menerkam mangsanya langsung tepat diwajah, harimau menerkam dan menggigit tengkuk mangsa untuk melumpuhkannya. 

Secara naluri hal ini memang telah "diajarkan" dan di bimbing oleh alam kepada harimau bahwa di tengkuk itulah terletak pembuluh darah yang harus digigit dengan taring taringnya yang tajam. Dengan menghunjamkan gigi dan taring mereka memotong urat nadi dan kemudian merasakan hangat dan gurihnya darah yang mengalir di sela sela gigi dan lidah mereka yang berbulu tajam.

Ketrampilan ini berjalan seiring dengan peningkatan performa fisik mereka yang semakin dinamis dimana tulang tulang tersusun lebih lentur membuat setiap Lompatan dan terkaman menjadi semakin efektip dan akurat, keseimbangan saat berlari dalam kondisi tanpa tumpuan sebagai modal skill bagi pemangsa.

Jadi selama jutaan tahun ketrampilan menerkam langsung ketengkuk mangsa akhirnya semakin sempurna di zaman ini. Perhatikan baik baik, perlakuan menerkam ini akan mereka terapkan kepada manusia, tidak akan ada bedanya terhadap hewan hewan mangsa lainnya yang lebih lemah bukan hanya  menerkam babi hutan yang relatif kuat misalnya, bahkan ketika akan membunuh seekor kelincipun mereka tidak pernah menerkam kewajah, namun tetap ke tengkuk!

2. Seekor harimau akan bernasib sial jika membunuh dan memakan manusia.

Benar jika yang dimaksud harimau tersebut akan segera diburu dan dibunuh oleh manusia lainnya yang marah.

Namun tidak benar jika ada kepercayaan yang mengatakan: Tanda harimau pernah memangsa manusia adalah giginya retak! Ini adalah salah.

Faktanya menurut peneliti, harimau yang memangsa manusia adalah harimau yang tidak mampu lagi berburu hewan liar, harimau tersebut sudah tua dan giginya telah retak atau patah akibat kerasnya pertarungan dengan hewan liar di alam bebas sana. Harimau harimau sial ini kemudian mencari mangsa yang lebih lemah, dan manusia secara fisik memenuhi harapan mereka.

Itulah sebabnya mengapa saat mereka dibunuh karena telah menerkam manusia selalu kedapatan bahwa gigi mereka telah "retak" hal itu samasekali bukan karena telah membunuh manusia. Karena retaknya gigi itu menyebabkan mereka terpaksa menjadikan manusia sebagai mangsa. Mereka sudah tidak mampu lagi bertarung terlalu keras untuk membunuh mangsa hewan lain yang secara fisik jauh lebih kuat daripada manusia.

Harimau seperti gajah dan hewan hewan yang mampu "belajar" lainnya umumnya menghindari manusia. Setelah seekor harimau tercium memangsa manusia biasanya harimau tersebut akan di "jauhi" oleh harimau lainnya, ini lebih terkait alasan karena harimua tua memang tidak memiliki daya tarik lagi bagi kelompoknya, disamping itu harimau lain "mencium" adanya bahaya setelah salah satu dari mereka kompliks dengan manusia.

Secara umum mereka menyadari hal ini berdasarkan naluri, bukan akal pikiran (rasio), pelajaran ini terpupuk dalam kesadaran alam: Bahwa komplik dengan manusia bukanlah hal yang bagus bagi spesies mereka.

Bukan hanya memangsa manusia, harimau harimau tua ini juga biasanya masuk ke kampung kampung mencuri ternak kambing dan bahkan memakan ayam ternak manusia.


3. Di hutan tidak boleh atau tabu menyebut nama 'HARIMAU' tapi sebutlah mereka dengan "sibelang", atau panggilah mereka dengan "kakek".

Fakta-nya harimau tidak tahu menahu tentang "kode etik" ini. 

Harimau hanyalah binatang atau hewan pemangsa yang tidak akan mengerti mereka mau dipanggil apa. Mereka tidak akan perduli mau dipanggil "siharimau", "sibelang" atau "kakek" jika mereka lapar, apapun panggilan untuk mereka maka bertahan hidup dengan cara memangsa adalah pilihan terbaik bagi seekor binatang buas. 

Jadi mereka tidak akan mengurung kan niatnya untuk menerkam mangsa manusia sekalipun setelah mereka di panggil kakek, jika harimau tersebut sedang kelaparan. Perlu di ketahui hewan buas ini umumnya makan ketika mereka lapar dan "kurang bernafsu" membunuh ketika mereka kenyang. Mereka seperti saudara sepupunya singa, adalah hewan yang sangat "pemalas".

4. HARIMAU JADI JADIAN

Entah bagaimana kisah klasik manusia "mutant" harimau jadi jadian ini terbentuk pada awalnya, namun legenda manusia harimau sangat populer di kalangan masyarakat Indonesia.

Mitos ini sangat di percaya sebagai hal nyata. Jadi teringat pernah nonton "7 Manusia Harimau" dan sekali lagi ini beredar di kalangan masyarakat dengan tradisi tertentu, misalnya di Sumatera selatan khususnya Bengkulu. Di kalangan masyarakat sana manusia harimau itu dipercaya memang ada.

Akan tetapi banyak kalangan yang skeptis. Legenda manusia harimau mungkin berasal dari masa lalu yang tetap saja hidup hingga beberpa generasi lagi menuju zaman modern. Menurut beberapa kalangan cerita atau legenda tersebut bisa bermanfaat untuk mengontrol tindakan manusia agar tidak semena mena merusak lingkungan alam dan terutama hutan. Sama seperti mitos menendang bakul yang di tabukan kepada anak anak agar mereka tidak seenaknya merusak properti yang telah dibuat dengan susah payah.

Menurut wikipedia:
Pada awalnya, siluman harimau merupakan ilmu sihir yang bertujuan untuk mempertahankan diri dari serangan harimau nyata. Ilmu yang ditekuni siluman harimau berasal dari Sumatera. Ilmu harimau ini akan turun-temurun ke generasi berikutnya. Raja-raja pada zaman dahulu di Sumatera terutama suku Melayu, suku Minang, dan suku Rejang banyak yang memiliki ilmu harimau secara turun-temurun. Di Jawa Barat, suku Sunda juga memiliki kepercayaan bahwa Prabu Siliwangi juga merupakan pemilik ilmu siluman harimau. Selain secara alami, ilmu ini juga diterapkan dengan cara memberi bubuk tulang, gigi, atau darah harimau untuk ditelan bayi saat baru dilahirkan. Ilmu siluman harimau sering disalahgunakan untuk membinasakan musuh atau orang yang dibenci pemiliknya. Bagi penuntut ilmu ini, mereka perlu membuang ilmu mereka atau mewariskannya kepada keturunannya sebelum mati. Hingga sekarang, masih ada penganut ilmu ini yang dapat mengubah dirinya menjadi harimau dan rata-rata mempunyai pendamping berupa roh atau makhluk gaib harimau.
Masih menurut wiki: Hasil sementara penelitian:
Bayi yang baru lahir jika diberikan bubuk tulang atau gigi harimau dapat merangsang seorang manusia menjadi seseorang berkarakteristik harimau. Tradisi ini sering diterapkan seorang ayah untuk membuat generasinya menjadi sosok yang kuat dan tangguh menjalani kehidupan. Genetika harimau yang berupa DNA yang terkandung dalam tubuh harimau seperti tulang dan gigi dapat berkembang dalam DNA manusia, sehingga karakteristiknya dapat menyerupai harimau.
So, darimana pun kepercayaan berasal, penelitian kemudian melengkapi bukti bahwa lebih banyak orang orang yang tinggal di pedalaman mengalami "kecelakaan" diterkam dan dimangsa harimau padahal mereka telah memegang teguh keyakinan seperti diatas. Akan tetapi jarang sekali orang orang ahli hewan yang punya peralatan lengkap dan senapan yang menjadi korban harimau.

Bahkan sebaliknya harimau harimau ini kemudian ditangkap atau dibunuh oleh orang orang dari dunia yang lebih "modern".

Harimau hanyalah hewan biasa namun berada pada tingkat rantai makanan teratas di alam liar. Harimau memang makhluk yang memiliki daya pesona, kekuatan dan wibawa, namun dia hanyalah spesies hewan liar biasa di alam liar sana. Sayangnya kehadiran mereka sudah mulai langka di dunia, kali ini harimau benar benar butuh perlindungan dari manusia untuk mencegah kepunahan spesies mereka dari permukaan bumi ini...

Di sadur ulang dari :
MITOS II: 3 KEPERCAYAAN SALAH ORANG ZAMAN DULU TENTANG HARIMAU - adedansasa.com.
Referensi: Wikipedia, National Center fo biotechnology information.

A coding addict, a hard smoker, love boxing even not a boxer. Love maths even not a scientist

5 comments:

  1. Kalau namanya hewan buas mau dipanggil kakek dan nenek pun bakalan tetep nyerang pas lapar. Kecuali hewan jadi-jadian mungkin Pak :D

    ReplyDelete
  2. Tapi saya sendri enggk berani kalau di hutan ngomong tentang binatang buas apalagi sampai euforia gitu ,takutnya kebenaran itu terjadi :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Normal itu, setiap spesies atau makhluk hidup dilengkapi dengan rasa takut untuk mempertahankan diri. Dan juga untuk mengatur kewaspadaan

      Delete
  3. saya kalo masuk hutan,,otomatis parno sendiri, takut ada uler lah, ada macan lah...malah kayak ketakutan sendiri akhirnya

    ReplyDelete
  4. Sedih kalau membayangkan harimau akan punah di masa mendatang😟, semoga saja kita para manusia sadar akan hal tersebut.

    ReplyDelete