ART OF WAR, SENI BERPERANG CINA YANG SELALU SUKSES

trade war ilustration
just ilustration for trade war
"Jika kalian bertemu dengan lawan (atau musuh dengan temperamen mudah tersinggung),  buatlah ia menjadi jengkel, berpura puralah menjadi lemah sampai ia menjadi sombong dan lengah" - Sun Tzu's 2000 AD.

Napoleon Bonaparte suatu hari mengunjungi cina dan entah bagaimana kesannya begitu mendalam terhadap negara yang satu ini, suatu hari dia mengatakan: Cina adalah singa yang sedang tertidur, dan suatu hari dia terbangun akan sangat menakutkan bagi dunia. Hari ini Amerika telah mengusiknya dan hari ini dia telah terbangun...

Sangat menarik untuk di cermati, terutama setelah membaca beberapa koran lokal Amerika yang cukup kredibel secara online: OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) telah melaporkan pada tanggal 19 yang lalu bahwa ekonomi global telah sangat melambat akibat krisis finansial, dan terutama karena eskalasi perang dagang antara Cina dan Amerika. Bahkan pada tahun tahun mendatang hal tersebut akan memperparah kerusakan yang kini telah terjadi - itu menurut Wall Street, lho. Terutama tidak mungkin tidak akan berdampak buruk terhadap Amerika.

Hal ini terutama pasti akan buruk bagi Donald Trump yang telah salah memilih lawan buzzer seperti Cina. Trump bahkan terperangkap dalam perang yang dia sendiri tidak bisa keluar daripadanya padahal dia sangat berharap perang dagang dengan Cina akan menggenjot popularitasnya pada pemilihan presiden Amerika yang akan datang.

Menurut pakar Trump lebih terlihat sebagai korban yang terperangkap dalam permainan Cina yang yang rumit dan runyam, kartu permainan tarif adalah keahlian Cina bukan keahlian orang barat dan Amerika, disana seperti tidak ada jalan bagi Trump untuk keluar dari "perangkap" tirai bambu yang telah mengurungnya, demikian kata pakar. Dia hanya seperti mengantarkan Cina untuk lebih mudah melenggang kangkung ke atas panggung kekuasaan Adi Daya baru. Merampasnya dari tangan Amerika. Trump dalam beberapa kesempatan sering berkicau di Twitter: Dia tidak akan membiarkan Cina menjadi negara Super Power.

Trump pernah mengaku bahwa dia sangat mengenal Cina, berbisnis dengan Cina dan tahu caranya menghadapi dan mengalahkan Cina. Namun bagaimana faktanya itu sekarang?

ART of The DEAL vs Art of War (Seni bersepakat versus Seni berperang)

Yang sangat menarik untuk di simak adalah gaya Trump yang "menekan dan memaksa" dalam bernegiosasi. Amerika harus menang dan Cina harus rugi dan membayar banyak. Istilahnya Trump: "Saya mendorong dengan kuat, menekan dengan kuat, menyudutkan dengan kasar lalu saya mengambil lebih banyak dari yang seharusnya mereka bayarkan. Jadi gaya tersebut terlihat sangat sederhana dan mudah dilakukan, menekan dan terus menekan, menyerang dengan tindakan dan verbal sekaligus karena posisi saya "jauh lebih tinggi" daripada mereka, katanya. Setelah itu kalian akan melihat apa yang akan saya dapatkan"

Faktanya itu semua hanya efektif untuk negara negara lemah. Bukan negara seukuran raksasa dalam segala hal seperti CINA. Trump malah terlihat seperti anak kecil dihadapan seorang lelaki dewasa yang kuat. Cina memiliki tradisi dan seni berperang yang telah berusia ribuan tahun, jauh sebelum negara Amerika dilahirkan atau muncul ke dunia ini. Sebelumnya mereka mungkin terlihat miskin dan lemah tetapi kini jauh berbeda.

Cina secara massive telah menggelontorkan uang pinjaman terhadap ratusan negara di dunia, dan ini membuatnya semakin pasti meninggalkan Amerika. Membuat mereka berpontensi membeli sekutu sekutu untuk keperluan strategis mereka baik secara ekonomi maupun kepentingan basis militer secara global.

Trump sepertinya sudah terlambat menyadari hal tersebut. Di Amerika sendiri Trump memiliki pendukung dari kalangan Republik, tapi tidak dari kalangan Demokrat yang sangat ingin "mengimpeach" dia. Efek perang dagang mulai berbalik lebih banyak menyakiti dan melukai Donald Trump, walaupun dia masih garang berkicau di Twitter.

Sangat menarik apa yang dikatakan oleh Dennis P. Halpin:

The relevant text for the U.S.-China trade war may not be Trump’s “The Art of the Deal” but instead Chinese General Sun Tzu’s two thousand year-old classic “The Art of War.” Sun Tzu famously noted that “If your opponent is of choleric temper, seek to irritate him. Pretend to be weak, that he may grow arrogant.”

Istilah yang paling tepat untuk menilai perang dagang antara Amerika dan Cina bukanlah istilah "Art of the Deal" (Seni kesepakatan) milik Donald Trump, akan tetapi istilah milik Jendral Cina Sun Tzu dua ribu tahun lalu "The Art of War" (Seni berperang) ucapan Sun Tzu yang sangat terkenal adalah: "Jika lawanmu memiliki temparemen mudah tersinggung, cari cara untuk membuatnya menjadi sangat jengkel, berpura puralah kamu menjadi lemah, biarkan dia menjadi sombong dan lengah"

Mungkin ini adalah takdir: Negara Asia ini akan menjadi sebuah negara Adi Daya yang akan menggantikan Amerika, lebih karena kecerobohan Donald Trump yang secara tidak sengaja pada akhirnya telah "diperalat" oleh Cina.

Diperalat dalam artian khusus: Karena kekeliruan strategi Trump dalam bermain kartu tarif, dia lebih banyak menyakiti dunia dan kehilangan lebih banyak simpati dari sekutu sekutu tradisionalnya di Eropa. Sementara Cina diam diam terus menggelontorkan pinjaman dan bungkam seribu bahasa pada saat negara negara barat menyerangnya dengan istilah "pinjaman uang beracun". Kita melihat pengakuan kontras Cina yang secara resmi mengaku ekonominya telah melemah akibat diterpa perang dagang, sementara di sisi lain mereka terus meningkatkan anggaran militer dan pertahanan, plus memberikan pinjaman dan bantuan keuangan kepada negara negara asing dalam jumlah yang lebih banyak. Mereka secara konsisten telah menerapkan "Art of War" dan mulai melibas ekonomi Amerika perlahan lahan dan pasti.




www.editblogtema.net


Comments

  1. Cina semakin hebat dan kuat.
    cina semakin royal memberikan bantuan ke berbagai negara.
    Sedangkan amrik, tampak pelit.

    ReplyDelete
  2. Cina ekonominya melemah? sementara rajin banget pinjamin ke negara lain salah satunya Indonesia, kadang pengen berharap yang jahat-jahat.
    Misalnya kemakan rentenirnya sendiri biar kualat.

    Dan pemerintah kita berhenti memakan riba, huhuhu.
    *ah sudahlah, saya kok sensi kalau ingat hal beginian hahahaha

    ReplyDelete
  3. Good for China, Trump is spineless :(

    ReplyDelete
  4. Dan sekarang mr Trump sedang dalam ancaman pemakzulan. Gak abis pikir juga yah bisa memang pilpres us dianya

    ReplyDelete
  5. We MUST get rid of Trump. He is such an embarrassment.

    ReplyDelete

Post a Comment

Ajukan pertanyaan dan berikan detailnya.

Jika ingin komen dengan menyisipkan kode HTML, parse terlebih dahulu kodenya di :
Blogcrowds
Lalu hasil parse pastekan ke dalam kotak komentar.

Komentar yang kami hapus dan masih menyisakan profile komentatornya bukan komentar kritik, kami tidak anti kritik samasekali. Tapi komentar yang menyertakan link aktif. Karena saran kritik dan bahkan celaan untuk blog dengan niche seperti ini amatlah penting untuk di jadikan alat koreksi. Terimakasih!

pilih pola label berikut:

Show more