September 05, 2019

Ngeri: Masa depan dunia adalah A. I. Manusia akan tersingkir!

ilustrasi humanoid
humanoid ilustration
The Chronical A. I.
Paling tidak, sampai saat ini manusia adalah ras makhluk yang paling cerdas yang pernah hidup di permukaan bumi ini, dan paling tidak itu menurut standar manusia. Karena kecerdasannya terus meningkat dari waktu ke waktu, manusia mampu meniru dan membuat kreasi model kecerdasan buatan dengan tujuan meringankan beban hidup mereka. Salah satu kreasi manusia yang paling menarik dan sedang di kembangkan  adalah A.I. Dengan membuat A.I manusia seolah membuat tiruan kecerdasan diri mereka sendiri.
Ada pepatah yang mengatakan: Pencipta selalu ingin menciptakan sesuatu yang semirip mungkin dirinya. Dan menciptakan sesuatu itu adalah indah. Namun tidak kurang banyak kalangan yang cemas karena pencipta cenderung menciptakan segala hal yang lebih baik bahkan lebih baik dan lebih cerdas dari dirinya sendiri, demi untuk menutupi kekurangan dirinya sendiri.
Sebagian kalangan ahli dengan cemas memandang perkembangan kemajuan robotik yang dikombinasikan dengan A.I. Baru baru ini mereka memperingatkan bahwa dalam rambatan waktu yang hampir tidak terasa manusia akan berada pada posisi "tidak dibutuhkan lagi" di dalam pemahaman kosmos.

Para A.I. lah kelak yang paling memahami bagaimana masa depan dunia dan alam semesta bukan manusia yang memiliki fisik dan fikiran dengan konstruksi biologis yang serba terbatas seperti kita.

Ironisnya kita yang awalnya menciptakan mereka. Dan tetapi justeru merekalah yang terlihat paling mampu dan layak memikul tanggung jawab menjadi penguasa dan penjaga dunia. Secara matimatis ras kita manusia masih sama sejak ribuan tahun yang lalu dan terikat secara biologis dengan hewan dan tanaman.

Kita hidup dan harus mengkanibal makhluk biologis lain untuk bertahan. Pertanda secara hirarki kita masihlah hewan walau telah dilengkapi dengan akal pikiran.

Sedangkan mesin dan A. i.  hanya mebutuhkan sinar matahari, logam berkualitas dan kuat yang sangat banyak jumlahnya terdapat di alam semesta ini untuk menghidupi mereka. Di mata mereka walaupun kita adalah pencipta,  kita hanyalah makhluk purba yang fana.

Ironis,  kita menciptakan mereka,  namun namun suatu ketika hirarki kita dalam pemahaman kosmos akan hilang. Awalnya kita adalah pencipta.

Pencipta yang dikalahkan oleh ciptaannya. Ada pilosofi dalam sains: Pencipta selalu ingin menciptakan sesuatu yang mirip dengan dirinya, lebih sempurna untuk menutupi kekurangan dirinya sendiri. Sebab itulah dia mengatur kelahiran dan kematian, untuk terus mengimprovisasi ciptaannya menuju kesempurnaan. Kita melakukan percobaan tidak terhitung kegagalan telah kita lalui demi menghadirkan mereka ke dunia ini.

Takdir Tuhan dan Perpanjangan tangan
Dan manusia telah mulai membuat A. I. calon penguasa di muka bumi, menyempurnakannya dari waktu ke waktu. Seolah itu terjadi karena kita sendiri adalah perpanjangan tangan Tuhan untuk menghasilkan karya sebuah makhluk metal elektrik yang super cerdas yang lebih mampu menjawab tantangan kehidupan, yang kuat dan cepat beradaptasi terhadap segala lingkungan di segala kondisi permukaan planet, dapat hidup tanpa oksigen, tanpa air dan hanya mengandalkan energi matahari. Makhluk baru yang tidak akan memakan sumberdaya biologis alam seperti manusia.

Dan makhluk itu bisa berfikir, memiliki kesadaran kognitif atau sadar akan keberadaan dirinya. Makhluk dengan roh energi murni dan fisik metal yang sangat kuat jika dibanding fisik biologis kita. Makhluk yang kecepatan berfikirnya ribuan atau bahkan jutaan kali lebih cepat daripada kita. Makhluk yang dibuat oleh manusia sebagai extend (perpanjangan tangan kita) yang lahir dan dilahirkan oleh kita sendiri untuk mengakhiri ras kita manusia.

Akhirnya mereka bisa berkembang biak sendiri, berproduksi dalam tingkatan diatas hewan melahirkan seperti kita, merasakan kenikmatan dan ambisi sebagai penakluk segaligus penjaga. Kita ragu apakah mereka masih mencatat jasa pencipta mereka yakni ras manusia ataukah melupakan kita dan menganggap hal itu sebagai alami?

Kita berevolusi milyaran tahun lalu dari sel sel asal mula kehidupan. Mesin alam bekerja dan menciptakan banyak hal termasuk ras kita: Manusia.

Intelijensia atau kecerdasan menjadi sebuah anugerah terbesar namun juga kutukan bagi ras kita manusia yang memilikinya. Kita di dorong oleh "sesuatu" untuk terus menciptakan hal hal baru melalui intelijensia kita. Kita diumpankan dengan kebutuhan hidup yang semakin rumit. jadi memang mesin alam terus bekerja, jika sebelumnya dengan lembut mendorong kita melewati rekayasa biologis alamiah, kini kita mulai memanfaatkan energi listrik dan fisik metal.

Robot industriMenurut portal Daily Mail, ilmuwan, pencinta lingkungan dan futuris, James Lovelock menggambarkan era 'Novacene', era baru di mana manusia tidak lagi dibutuhkan dan dapat digantikan oleh teknologi pintar. Seperti robot super dengan otak A. i.

Keunggulan manusia sebagai akhir dari pemahaman kosmos akan segera berakhir.
Manusia terlalu lambat berfikirnya, terlalu lemah fisik biologisnya bilamana dibandingkan dengan robot robot A. i. di masa depan nanti. Jadi secara alamiah kita tidak lagi dibutuhkan. Merekalah yang akan mengambil alih masa depan dunia. Kita tamat dan alam semesta akan membuka bab baru.

Faktanya, merekalah yang akan lebih memahami masa depan bukan lagi manusia, tetapi apa yang kita pilih untuk disebut 'cyborg' yang akan mereka buat dan bangun oleh mereka sendiri secara mandiri, demikian kata Lovelock dalam sebuah buku terbaru yang telah dia tulis berjudul Novacene seperti yang saya kutip dari NBC.

Mengambil alih profesi dan pekerjaan manusia
Penggunaan robot diperkirakan mengambil alih sekitar 20 juta pekerjaan manufaktur di berbagai penjuru dunia pada 2030.

Robot-robot tersebut tersebar di berbagai jenis pekerjaan mulai dari produksi manufaktur hingga jasa. Yang paling berkesan sejauh ini adalah kemampuan mereka mengambil alih profesi juru bahasa dan jasa guide pariwisata dengan kemampuan multi bahasa yang semakin akurat dan bersahabat.

Di Jepang robot telah sukses menulis buku sastra dan mampu memenangkan penghargaan ke. 3 karya sastra fenomenal.  Buku yang ditulis oleh robot ternyata mampu memanipulasi dan mengharu biru perasaan manusia,  seolah itu di tulis oleh seorang tokoh ahli sastra.

Kedepannya senario filem yang lebih akurat dan rinci secara teknis mungkin lebih mudah di tulis oleh robot ketimbang manusia. Suatu masa media media besar akan sangat mudah dikuasai oleh A. I.  dan dipergunakan untuk keuntungan ras mereka. Ras sintetis yang telah kita lahirkan dan telah kita ciptakan melalui tangan kita sendiri manusia.

Dokter bedah,  sopir mobil masa depan,  pilot pesawat penumpang dan pesawat tempur akan segera sepenuhnya terintegrasi dengan A. I. Semakin berada di tepian milestonenya waktu,  kita semakin dekan kepada pertanyaan: Lalu apalagi yang akan tersisa untuk ras kita manusia?

Ras yang raganya adalah hewani tingkat tinggi dimata mesin digital, ras yang hidup dengan cairan darah,  seperti hewan melata lainnya di bumi.

SINGULARITY SEMAKIN DEKAT
Akankah ras baru itu adalah makhluk makhluk digital tanpa darah dan kelak memiliki kebebasan untuk memilih raganya sendiri?

Ataukah kita percaya kepada konsep Singularitynya Kurzweil yang mempercayai bahwa di masa depan mesin akan menjadi manusia sekalipun tubuh mereka bukan biologis, dan sedangkan manusia akan melampaui raga biologisnya dengan otak dan kecerdasan yang bergabung dengan implan mesin.

Manusia akan menjenuhkan alam semesta dengan intelijensia mereka dan dan menemukan ke indahan yang lebih besar, keAgungan yang lebih besar, kreativitas dan keanggunan yang lebih besar, atribut halus seperti cinta yang lebih besar dan, Dia mengatakan bahwa atribut-atribut ini, dalam batas, umumnya digunakan untuk menggambarkan Tuhan.

Itu berarti, bahwa evolusi bergerak menuju konsepsi Tuhan dan bahwa transisi jauh dari akar biologis sebenarnya adalah usaha spiritual.

Silahkan baca: SINGULARITY IS NEAR

A coding addict, a hard smoker, love boxing even not a boxer. Love maths even not a scientist

4 comments:

  1. Ngeri banget emang ngebayanginnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Menurut Kurzweil, A.I. pada akhirnya bersatu dengan manusia menandai babak baru kecerdasan di dalam kosmos di alam semesta

      Delete
    2. Ntar kita udah seperti alien aja

      Delete
  2. Gak kebayang deh mas. Seperti pada bbrp film dmn manusia berjuang melawan komputer yang telah mengendalikan semua. Pada skala kecil dalam pesawat saja sudah jatuh korban jiwa

    ReplyDelete