May 28, 2019

Siapa pemenang siapa pacundang:: CINA atau AMERIKA? bagi ke-1

Xi vs Trump
Xi vs Trump
1. Menyusutnya gap perimbangan antara ekspor dan impor

Sebelum perang dagang Amerika itu defisit terhadap Cina lho dalam artian begini: Import Amerika dari Cina lebih besar daripada Exportnya, bukan hanya itu, pada awal awalnya mata uang Cina yang lebih kecil nilainya dapat menjadi keuntungan domestik negara tirai bambu dalam menafaatkan selisih kurs terhadap dollar Amerika yang kuat.

Dalam hal perdagangan bilateral, sebenarnya jauh sebelum Trump hal ini telah mulai menjadi topik pembahasan diantara kedua negara, dan gap atau perbedaan tersebut dalam beberapa tahun memang telah mulai menyusut. Nah pada zamannya Trump, yang nota bene pengusaha itu topik ini dijadikan alasan paling kuat untuk menyerang Cina, dan dipaksa untuk menyeimbangkan antara ekspor dan impor dalam hubungan bilateral kedua adidaya, juga di haruskan untuk tidak mengambil keuntungan dari selisih mata uang yang tadinya begitu jauh. Hasilnya? Gap semakin menipis!  Bravo buat Trump!

Tentu saja ekspor Amerika ke Cina ikut merosot, tetapi tidak signifkan karena dari awal Amerika lebih banyak mengimpor (mendatangkan dan membeli) barang ketimbang mengekspor ( mengirim dan menjual) komoditi mereka ke Cina. Ini berbanding terbalik sama Cina yang lebih banyak mengekspor barang ketimbang mengimpor barang Amerika. Jelas sekali bahwa Cinalah yang paling banyak rugi pada point pertama ini.

Tunggu dulu sobat, saya bukan maksud mihak Amerika atau Cina, ini hanyalah fakta yang juga terasa pahit bagi saya yang juga orang Asia.
Skornya 1-0 untuk kemenangan Amerika.

2. Kenaikan harga

Banyak yang bilang beban harga akan membebani para konsumen Amerika, tapi itu tidak akan terjadi secara luas, sebagai mantan pengusaha, Trump pasti telah berhitung, karena pada babak pertama perang kedua superpower ekonomi dunia harga harga barang telah naik 1,6% di Amerika, karena terjadinya di Amerika tentu saja kenaikan tersebut tidak ada efek langsung kepada konsumen di Cina juga dikarenakan produk produk tersebut bukanlah "end-use products".

Ada 7 kenaikan top yang dikenakan Amerika tersebut adalah: Soyabeans, emas, limbah tembaga, limbah keratas, gas cair alam, katun dan propane cair, karena Amerika akhirnya harus menanggung pajak yang tinggi juga selama ini, maka skor ini milik Cina akan tetapi besaran pajak Amerika tidak dapat dijadikan pertimbangan karena Amerika memang memiliki tradisi pembayar pajak tinggi dan karuan hal ini bukan poin yang berimbang bagi Cina, skor untuk ini tetap di pegang oleh Cina karena diuntungkan oleh kebijakan tradisional dinegara mereka.

Jadi untuk point ini buat sejenak Cina boleh busung dada...Tegang kan bro..
Skornya adalah 0-1 untuk kemenangan Cina.

3. Merusak kepercayaan konsumen

Pada saat kepercayaan konsumen Amerika terganjal pada bulan April akibat tidak menentunya perang dagang yang tidak berujung, namun faktanya mereka terbantu oleh ketatnya pasar tenaga kerja dan tingginya gaji, Cina juga mengalami hal yang sama ketika penjualan menurun tidak sesuai dengan harapan mereka situasi ini seolah membuat penyok dan menjadikan babak belur pertumbuhan ekonomi raksasa mereka.

Setidaknya untuk sementara Amerika tidaklah terlalu pesimis terhadap perang dagang ini, mereka memiliki keyakinan akan keluar sebagai pemenang, tetapi Trump bisa tidak terduga, yakni jika dia memutuskan menaikan semua tarif untuk barang barang impor dari Cina, keadaan bisa berubah menjadi buruk apabila Cina yang masih terlihat sabar membalasnya. Untuk point ketiga ini hasilnya adalah SERI.

Yang ini layak untuk dicermatai, sob...
Skornya adalah 1-1 alias seri

4. Perang mata uang

Yang ini menarik karena pada tahun lalu saja Yuan telah melemah terhadap dollar Amerika sebanyak 7,5%, dan ini menguntungkan Cina karena selisih kurs bagaikan canvas yang lembut buat mereka saat terjatuh saat berperang dengan kebijakan Trump yang meninju tanpa basa basi,  walaupun karena hal ini kekuatan Cina pada faktanya akhirnya semakin melemah.

Trik yang diterapkan Amerika untuk melawan Cina ini adalah tergolong cerdik yakni membiarkan Yuan melemah sampai akhirnya hal tersebut memicu mata uang mereka menjadi gerah lari keluar negaranya dan membeli Dollar, akan tetapi melemahnya Yuan bisa menguntungkan sekaligus merugikan Cina. Skor untuk point ke empat ini masih terlihat DRAW.
Skornya adalah 1-1 alias seri

5. Perimbangan penyimpangan prilaku pasar

Kedua pasar negara adidaya ini sama sama menunjukan kemerosotan tajam pada tahun lalu dan buruk sekali jika dibanding dalam satu dekade terakhir, namun Cina yang paling terpukul: Index komposit Cina jatuh sebanyak 25%, 4 kali terjungkal di tahun 2018, dan paling terakhir kita melihat tensi saling menyerang semakin meningkat diantara kedua negara. Pertanyaannya sampai kapan hal tersebut akan berlangsung? Untuk skor ini kita melihat Cina merosot sebanyak 14%, sedangkan Amerika hanya sebanyak 6%. Jelas pointnya dimenangkan oleh Amerikanya Donald Trump.

Trump memang sulit di duga ya..
Skornya adalah 1-0 untuk kemenangan Amerika.

 6. Melambatnya pertumbuhan ekonomi

Kedua negara jelas mengalami penurunan dalam pertumbuhan ekonomi, tetapi Cina lebih cepat "melorot kebawah". Cina telah melaporkan output Industri mereka baik penjualan retail dan investasi seluruhnya telah melemah pada bulan April lebih lemah dibanding yang telah diramalkan.

Nah, jika nanti kenaikan tarif ternyata mulai menabrak pertumbuhan kedua negara adidaya ini, Cina di prediksi memiliki lebih banyak amunisi fiskal dan keuangan dibanding dengan Trump, Trump tidak memiliki amunisi fiskal sebanyak Xi, akan tetapi dalam jangka pendek Amerika jelas sangat perkasa ekonominya, poin ini tetap milik Amerika.

Jelas sekali Trump amat mengerti hukum sebab akibat perekonomian Amerika ya sob..
Skornya adalah 1-0 untuk kemenangan Amerika.

7. Menurunnya investasi Asing secara langsung

Pada tahun 2018, investasi Amerika di Cina hanya mengalami penurunan secara marginal (sedikit), akan tetapi investasi Cina di Amerika mengalami penurunan drastis secara nyata. Itu berdasarkan laporan dari Proyek Investasi Amrika-Sino, lho.

Jelasnya begini: Pengusaha Cina itu rata rata nasionalismenya tinggi, lagipula pasti berat sekali melanjutkan usaha dalam iklim permusuhan di negara orang sementara negara sendiri juga memiliki potensi yang bagus. Sedangkan bagi pengusaha Amerika investasi di Cina masih memberikan keuntungan finansial yang bagus karena murahnya sumberdaya alam dan tenaga kerja...
Skornya adalah 0-1 untuk kemenangan Cina.
Penutup:
Demikianlah untuk sementara gambaran perang yang sedang berlangsung pada saat ini. Sebagai dua negara yang sedang naik daun perang ini pasti akan menyeret arus yang sangat kuat dan meninggalkan pusarannya yang mampu mengombang ambingkan negara negara lemah.

Situasinya terlihat, pada satu sisi Amerika tampak begitu perkasa dan maju terus, sementara pada sisi lain Cina nampak memiliki kekuatan tersembunyi yang tidak dapat dengan mudah diprediksi.


www.editblogtema.net

A coding addict, a hard smoker, love boxing even not a boxer. Love maths even not a scientist

3 comments:

  1. Jadi secara agregat masih menang amerika yah.

    Tapi saya gk abis pikir org seperti mr.T yg penuh kontroversi dan rasis bisa jadi presiden.
    Bahwa pameo pemimpin adalah cerminan rakyatnya, apa artinya warga sana emg rasis ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Rakyat Amerika sangat demokratis, persoalan terpilihnya Trump tentu karena dia telah berhasil menampilkan visi dan misi yang lebih baik dari lawan lawannya dalam pemilu presiden yang telah lalu.

      Sampai saat ini baik Xi mauoun Trump tetap presiden populer di negara masing masing..

      Delete
  2. Cina semakin beringas akhir-akhir ini mas, bahkan kebijakan donnald trump pun dibalasnya dengan gamblang,...ini negara sudah maju banget mungkinkah nanti china akan menggantikan peran dominan amerika sebagai negara adukuasa,..tidak ada yang tahu,..tapi kemungkinan besar akan bergerak kesana 😀

    ReplyDelete