Mari mengenal A.I. (Artificial Inteligent) masa depan kita

Artificial Inteligent
Hari ini orang tahu bahwa Google memiliki proyek DeepMind jaringan syaraf kecerdasan buatan yang dibangun pada tahun 2010 di Inggris, mereka melihat seluruh isi dunia dengan mata mata AI (Artificial Inteligent), mengawasi kegiatan dan pola kegiatan kita pengguna internet, pengguna gagdet dan pengguna jalan umum di darat, di laut dan di udara dengan kapasitas server mereka yang maha massive.

Mungkin sebagian kita bertanya apakah AI atau Artificial Intelligent itu? Terdiri dari dua kata yang  kadang sungguh membuat kita ingin tahu A = artifical (buatan) menunjukan sesuatu yang tidak datang secara alami karena dibuat oleh manusia, I = intelligent atau cerdas, berarti mampu berfikir, mengerti, berperilaku layaknya manusia dan kelak pada perkembangannya akan memiliki kemampuan belajar dan menerapkan apa yang dipelajarinya. Menarik bukan?

Dalam bahasa Indonesia umumnya AI dinyatakan sebagai "Kecerdasan Buatan"


JADI APAKAH SESUNGGUHNYA ARTIFICIAL INTELLIGENCE ITU?

Apakah itu hanyalah sebuah hayalan fiksi ilmiah? Apakah itu benar dan nyata? Sebagai seorang yang berminat terhadap algoritma dan programming, saya akhirnya tidak dapat menyangkal lagi kalau mereka ternyata memang nyata!

AI, atau kecerdasan buatan yang pada awalnya dikembangkan untuk jenis jenis komputer, mesin yang mirip seperti manusia, mereka bekerja seperti manusia, kelak ketika meningkat menjadi A.G.I. (Artificial General Inteligent) mereka akan memiliki emosi dan kemampuan berfikir, belajar, mengerti hal hal yang abstrak dan mampu mengambil keputusan dalam situasi yang berbeda beda beda sama persis layaknya manusia, penciptanya. Jadi karena itu beberapa pemikir secara filosopis beranggapan: Pencipta selalu ingin menciptakan hal hal yang sempurna, dan paling tidak harus mirip dengan dirinya.

BERFIKIR LAYAKNYA MANUSIA

Berpikir layaknya manusia artinya sebuah mesin merasakan malu, sedih, gelisah. Mereka memiliki logika dan pertimbangan untuk memutuskan layaknya manusia.

BERPERILAKU LAYAKNYA MANUSIA

Berperilaku seperti manusia artinya sebuah mesin atau komputer bisa marah, memiliki kesadaran kognitif, Stress, merajuk dst

BERFIKIR RASIONAL

Sebuah mesin dapat berfikir sepantasnya dan bijaksana. Berfikir logis dan menghasilkan keputusan yang pantas.

BERPERILAKU RASIONAL

Robot berperilaku sesuai fakta dan membuat keputusan dengan eksekusi yang benar.

Jelas persamaannya dengan kita?

Pada faktanya itulah bagian dari ide AI atau paling tidak sebuah usulan daripada unsur Kecerdasan Buatan, dengan mengkombinasikan semua hal diatas kita akan mampu membuat AI yang terbaik. Hari ini teknik itu semakin maju bagi kita misalnya semakin membuka peluang untuk membuat robot-robot berbasis AI jauh melampaui robot Sophia yang ada sekarang.

AI adalah "kecerdasan" dan anda sepakat bahwa di dunia ini otak adalah vitalbagi manusia otak adalah pemegang peranan terkuat sehingga anda diakui sebagai manusia yang berakal budi dan berbudaya, manusia tidak berarti apa apa tanpa otaknya, bahkan sekalipun dia masih memilikinya namun otaknya rusak, dia tidak mendapatkan pengakuan dan respek lagi dari lingkungannya. Orang gila sering dihindari oleh lingkungannya dalam artian teknis, sosial dan etika.

APA BEDANYA KECERDASAN MANUSIA DAN KECERDASAN BUATAN?

Fakta adanya keyakinan bahwa Tuhan yang membuat otak manusia dan AI dibuat oleh manusia, terminologi ini memang menjadi pembeda otak manusia dengan AI, sekalipun suatu hari AI bisa setara dengan kecerdasan penciptanya (manusia) atau bahkan melebihinya, namun keduanya sesungguhnya tidak akan berbeda dalam hal tujuan penciptaan yakni sebuah KECERDASAN nampaknya manusia tanpa disadari secara alamiah sedang mencari cara untuk menurunkan dan mewariskan kecerdasannya kepada AI yang akan diciptakan melalui tangan mereka. AI bisa menjadi cara untuk mempercepat evolusi kecerdasan manusia menuju kecerdasan dengan "extend" melalui bantuan teknologi. Menuju dunia masa depan dimana ras manusia mungkin akan menjadi sangat berbeda daripada apa yang kita alami sekarang.

Menciptakan sebuah robot tidaklah selalu sama dengan membuat AI, AI sendiri sebenarnya adalah pengembangan sebuah sistem yang maju melebihi otak manusia, karena AI diciptakan memang untuk mengatasi apa yang tidak sanggup dilakukan oleh otak manusia, manusia merasa membutuhkan perpanjangan tangan melalui teknologi penciptaan untuk mengatasi keterbatasan fisik dan daya berfikir insaninya.

Namun banyak langkah langkah yang harus dilewati untuk mencapai tujuan tersebut. Manusia ingin menciptakan hal yang sangat cerdas bahkan jika mungkin melebihi dirinya.

Sistem AI secara kecil kecilan telah dibuat dan dipasang sebagai software pengenalan wajah, pengenalan suara, pengatur lalu lintas udara, mobil tanpa sopir dsb. Namun semua itu belumlah benar benar dapat dikatakan sebagai AI, itu masih kuno.

Maka dari itu terdapat ada dua jenis AI yang terdapat dimasa kita ini.


AI LEMAH

Yakni AI yang ahli terhadap suatu hal namun dia tidak dapat melakukan hal lain, tidak memiliki emosi dan perasaan, tidak bisa berfikir seperti manusia. Misalnya mobil tanpa sopir yang dikendalikan oleh AI driver. AI software yang hanya bisa mengalahkan manusia pada saat main game dsb. Prhatikan Google Assiten, Microsoft Assisten yang hanya dapat menjawab setiap pertanyaan kita dengan tepat, namun mereka belum memiliki kesadaran kognitif, mereka hanya pintar karena program namun tidak mengerti apa yang mereka sampaikan.

A.I. KUAT atau A.G.I

Manusia sangat cerdas secara rasio mapun emosional melebihi makhluk lain, namun AI adalah kecerdasan buatan yang akan menyamai bahkan melebihi kecerdasan manusia, jika sebuah robot dapat melakukan semua pekerjaan manusia: Menjadi dokter, penulis, penyanyi, memainkan musik, menghibur diri, bersedih, marah, makan (walau jenis makanan beda) dan semua pekerjaan umum dan khusus, mampu belajar dan menerapkan apa yang dia pelajari, memiliki dan memahami semua kode emosi, berperilaku kognitif dan memahami semua hal yang abstrak seperti manusia maka dia disebut AI KUAT. Dalam perkembangan ke tahap A.I kuat ini A.I disebut Sebagai A.G.I (Artificial General Inteligent)

SINGULARITY

Saya telah menyadur dan bahkan menulis beberapa artikel perihal singularity di blog adedansasa, singularity adalah super AI dimana A.G.I telah menjadi hal biasa, pada saat itu robot mampu berkembang biak dan meningkatkan kemampuan mereka sendiri menjadi suatu makhlu digital yang mampu berevolusi terus menerus tanpa bantuan manusia dan alam, dalam singularity AI dan A.G.I berubah menjadi makhluk makhluk digital super-cerdas dan tidak memerlukan manusia lagi.

KEBIMBANGAN TERHADAP AI dan A.G.I

Karena semakin dekat dan nyatanya kehadiran AI, beberapa tokoh dan para ahli mengeluarkan pernyataan:

Elon Musk berkata: "Dengan AI (lahirnya kecerdasan buatan), kita sedang memanggil hantu"

Bahkan secara tersirat Steven William Hawking mengatakan AI akan menjadi malapetaka ketika mereka telah sampai kepada kapasitas mengalahkan manusia dalam segala hal..

Baca: REVOLUSI AI: BENARKAH MANUSIA AKAN MENJADI PENCIPTA YANG AKAN DIKALAHKAN OLEH CIPTAANNYA?

Namun sampai hari ini kita masih belum melihat AI akan menyamai kecerdasan manusia, kita akan melihat hal itu terjadi dimasa depan, atau mungkin saja pada tahun 2045 pada saat singularity telah mencapai targetnya.

Sumber: adedansasa.com/giflinder
www.editblogtema.net


Comments

  1. Human need it!
    The AI systems are efficient enough to reduce human efforts in various areas. In order to perform various activities in the industry, many of them are using artificial intelligence to create machine slaves that perform various activities on a regular basis. The artificial intelligence applications help to get the work done faster and with accurate results. Error free and efficient worlds are the main motives behind artificial intelligence. In the recent years, many sectors have started using AI technology to reduce human efforts, and also to get efficient and faster results. 

    ReplyDelete
  2. Gile makin canggih aja nih teknologi mas ya,..otak manusiapun nanti bisa tergantikan oleh otak komputer,...ngeri, tapi untungnya enggak bisa bernyawa layaknya manusia, kalau bisa pasti banyak orang yang memesan nyawanya,..,ha-ha 😂😂😂😂

    ReplyDelete

Post a Comment

Ajukan pertanyaan dan berikan detailnya.

Jika ingin komen dengan menyisipkan kode HTML, parse terlebih dahulu kodenya di :
Blogcrowds
Lalu hasil parse pastekan ke dalam kotak komentar. Terimakasih!

pilih pola label berikut:

Show more