BENARKAH PARTIKEL AIR BERUBAH JADI INDAH KARENA DOA? | editblogtema editblogtema: BENARKAH PARTIKEL AIR BERUBAH JADI INDAH KARENA DOA?

Logtema

×
tutorial dan teknik

BENARKAH PARTIKEL AIR BERUBAH JADI INDAH KARENA DOA?

Pertanyaan paling seru ini saya dapatkan di Quora, salah satu pertanyaan terkait hal itu adalah: Apakah terbukti benar penelitian Masaru Emoto yang menyatakan bahwa bentuk partikel air bisa berubah-ubah tergantung suasana perasaan/emosi manusia?

Tulisan Masaru Emoto kemudian dijadikan oleh kalangan kaum religius dengan klaim kebenaran akan kekuatan doa doa. Tentu saja bentuk keyakinan yang berlawanan dengan klaim Einstein misalnya yang dengan tegas mengatakan: Ilmuwan sulit atau tidak percaya jika hukum alam ini dapat di pengaruhi oleh semacam doa, atau oleh campur tangan oknum adikodrati. Oke lupakan tradisi ilmiah mari kita bahas benarkah klaim Masaru Emoto itu ilmiah?

Saya membaca beberapa hasil penyelidikan ilmiah yang membantah Emoto dan bukti bukti yang dia sampaikan, sama halnya dengan Harun Yahya yang kini buku bukunya menjadi cemoohan kalangan umum karena bukti bukti naif yang dikemukakannya tentang kebenaran atlas penciptaan. Buku buku Atlas penciptaan yang dulu begitu diagung agungkan ternyata memuat begitu banyak sampah dan kesalahan.

Kemudian ketika saya membaca di koran koran besar perihal bahwa sususan partikel air berubah jadi indah setelah dibacakan ucapan baik baik atau doa, saya tidak langsung bisa percaya, logika saya ingin mencari kebenarannya. Akhirnya saya bertemu banyak bantahan dari kalangan saintis.

Dan yang paling menarik adalah jawaban dari saudara Muhammad Mahfudz Huda yang sangat simpel dan mudah dimengerti awam, dia ini lulusan S2 Kimia universitas Okoyama, Jepang tahun 2017:
Masaru Emoto tidak melakukan penelitian sama sekali. Ini adalah pseudo-sains. Seluruh klaimnya tidak benar, tidak memiliki basis ilmiah, termasuk Masaru Emoto tidak memiliki kredibilitas sebagai peneliti molekular air dan kristal.
Masaru Emoto tidak pernah mendapatkan pendidikan ataupun pelatihan sebagai seorang saintis. Ia lulus dari Yokohama Municipa University pada jurusan Hubungan Internasional, kemudian mendapatkan gelar Doktor di Open International University for Alternative Medicine yang kemudian terbukti sebagai Universitas palsu untuk menipu dalam praktek medisinal ( bisnis obat-obatan alternatif).[1][2]

Tulisan dari Masaru Emoto sering disebut-sebut sebagai completely incoherent dan dipenuhi penipuan dan kepalsuan. Sebenarnya bukunya sudah dibantah oleh banyak ilmuwan dan peneliti, bahkan di Indonesia ada buku yang sudah ditulis oleh Peneliti IPB (kalau tidak salah). Namun, buku ini tetap kalah populer sebab penerbit buku Masaru Emoto punya lebih banyak toko (lol). [3] Buku-buku selanjutnya juga dipenuhi dengan miskonsepsi sains dan kalimat-kalimat yang inkoheren.

Adapun kristal-kristal air yang ditunjukkan oleh Masaru Emoto tidak dapat diproduksi ulang dengan metode “doa-doa” di laboraturium Air manapun di seluruh dunia.

Sebagai peneliti air kata Muhammad Mahfudz, saya memprediksi bahwa yang dilakukan Masaru Emoto ialah membuat campuran air dan zat lain kemudian dibekukan lalu mengambil fotonya. Dengan cara ini kristal Es yang terbentuk akan bervariasi dan terlihat indah. Namun ketika kristal air ini terlalu banyak pengotornya, kristal akan rusak dan Ia mengklaim bahwa ini karena kata-kata buruk yang diucapkan.

Dia bebas saja menginterpretasikan kristal yang terbentuk dengan beragam diksi yang cantik dan kalimat yang indah, sebab sejak awal bukunya berisi karangan bukan data dan metode ilmiah.

Silahkan baca dua tulisan Muhammad Mahfudz bahwa pembentukan kristal air dapa dipengaruhi oleh dua hal, yakni:
  1. Pengotor: Mengapa ada es batu yang begitu keras dan ada es batu yang lebih mudah hancur?
  2. Tekanan dan temperatur: Apa saja bentuk kristal (polimorf) es?
Air sendiri bahkan secara alami dapat membentuk kristal dengan indah beraneka ragam yang teramati pada salju. Ini tanpa doa ataupun pikiran positif dari manusia:
gambar pola kristal air
Guide to Snowflakes - SnowCrystals.com [4]
Jadi kristal air dalam gambar-gambar yang ditunjukkanya bisa saja benar berasal dari pembekuan molekul air (H2O), tetapi proses pembentukannya bukan melalui doa-doa dan pikiran positif, melainkan dengan cara mencampurkannya dengan bahan lain atau membekukannya dalam kondisi tekanan dan temperatur yang beragam.

Akar dari pseudo-sains yang disebarkan oleh Masaru Emoto sebenarnya berasal dari sekte-sekte kepercayaan di Jepang. Dimana banyak sekte yang menjual air yang diberi do’a. Air-air ini dianggap berkhasiat dan diberkahi hanya karena adanya interaksi dengan manusia (doa). Tetapi sebenarnya, dibalik itu semua, ialah bisnis jualan air minim modal, berjangka panjang.

Bayangkan saja jika sekeluarga hanya mau mengonsumsi air dari satu sumber yang karena dianggap berkhasiat. Bukan hanya itu, karena berkhasiat bisa berharga jauh lebih mahal dari air mineral sementara sistem distribusi dan pengemasannya jauh lebih murah(an), berapa keuntungan yang diperoleh?

Kemudian bisnis air ini tidak lagi laku di Jepang, sebab diungkap kebohongannya oleh peneliti air. Masyarakat Jepang kemudian semakin skeptis dengan model-model sekte sebab praktik di dalamnya ialah bisnis menipu pengikutnya.

Sekarang model bisnis penipuan ini mencoba penetrasi ke Indonesia melalu beragam model produk air, dari yang cukup realistis (Air alkali), hingga yang bodoh (bioglass) dan yang khayal (air heksagonal).

Karena Masaru Emoto tidak lagi aktif (mengkhayal), maka anaknya yang dianggap mengerti ilmu bapaknya, diundang untuk mengisi berbagai seminar (MLM air palsu) di Indonesia.
Masyarakat kita jadi korban, bukan oleh Masaru Emoto ataupun anaknya, tetapi jadi korban pseudo-sains karena kebodohan dan kemalasan berfikir metodis dan mencari informasi yang tepat.
Ketika menuliskan ini kata Muhammad Mahfudz, saya pernah dikomentari “Anda ini merasa lebih pintar dari Dr. Masaru Emoto?”.

Dia menjawab: Mungkin saya tidak lebih pintar dari dia, sebab tulisannya benar-benar membius saya (saat SMP), tetapi saya punya kredibilitas sebagai seorang manusia untuk mengatakan kebenaran yang logis dan ilmiah.

Siapapun yang sudah terbius oleh buku dan klaim Masaru Emoto, silahkan Anda baca profil dia. Cari dari sumber bahasa manapun. Lihatlah bahwa dia menyampaikan khayalan dan kepalsuan.

Lalu apakah pseudo-sains itu?

Menurut sumber dari http://www.wisegeek.com/what-is-pseudoscience.htm pseudo-sains adalah:
Pseudosains (Pseudoscience) adalah suatu istilah yang digunakan untuk merujuk pada suatu bidang yang menyerupai ilmu pengetahuan namun sebenarnya bukan merupakan ilmu pengetahuan. Sesuatu yang menyerupai ilmu pengetahuan ini tidak valid dan memiliki banyak kekurangan, tidak rasional dan cenderung dogmatis. Dengan kata lain ilmu-palsu.

Ilmu palsu ini bisa bermacam-macam, contoh paling mudah adalah Astrologi dan Alkemi. Pada masa dahulu mungkin kedua bidang ilmu ini dianggap bagian dari ilmu pengetahuan. Sayangnya kedua ilmu ini sulit berkembang, juga banyak keraguan dalam metodenya. Pada masa sekarang ilmu pengetahuan mengikuti suatu metode ilmiah yang rigid, ketat dan penuh disiplin.

Kadang Pseudosains juga menyangkut sesuatu yang berpura-pura sebagai ilmu pengetahuan padahal tidak. Seperti misalnya penelitian fenomena supranatural, ufo dan sejenisnya namun tidak menyuguhkan metodologi yang valid. Sebenarnya bagaimana memisahkan antara sains dan Pseudosains cukup susah. Anda bisa baca permasalahan itu dalam peroblema batas-batas. Ada para filsuf yang mencoba membuat batasan dari metodologi. Ada pula filsuf Paul Feyerabend salah satu filsuf yang menggugat pembedaan dari sains dan pseudosains.

Memang kita harus mewaspadai berkembangnya ilmu palsu. Apalagi dalam jenis yang akan mengeruk kantong uang bagi mereka yang tertipu oleh daya pikatnya. Namun mengatakan sesuatu sebagai Pseudosains dan menolaknya mentah-mentah mengandung bahaya sendiri. Itu adalah bahaya dari berjangkitnya Scientisme dan dogmatisme dalam Ilmu. Larry Laudan misalnya berpendapat bahwa istilah Pseudosains sendiri sebagai istilah politis dan sosiologis.

Penting untuk mewaspadai agar tidak jatuh pada sisi baik yang satu atau yang lain. Baik terjebak dalam Pseudosains dan Scientisme. Sebaiknya kita menyadari bidang apa yang ada di sana dan mengerti logika dari bidang yang kita hadapi. Dengan mengerti secara mendalam kita bisa waspada dan tetap kritis namun tidak melakukan penolakan tanpa dasar. Juga perlu diingat sesuatu adalah pseudosains karena tidak sesuai dengan metode ilmiah (itu juga jika anda mempercayai adanya sebuah metode ilmiah), bukan karena dia tidak benar. Sikap terbuka dan kritis tetap penting.

Sumber: https://singularination.blogspot.com/2015/09/apa-itu-pseudoscience.html


www.editblogtema.net

Bagikan (share):

6 comments:

  1. lalu bagaimana dengan doa kita? sebaiknya sebelum minum berdoa atau tidak? menjaga kata-kata baik atau biarkan saja dengan kata-kata buruk?
    saya dulu juga tertarik dengan alkemi setelah nonton anime "fullmetal alchemist" dan baca novel "the lost symbol" + "angels and demons" dan Brown. di harry potter pertama juga ada philosopher stone. philosopher stone adalah objek pencarian alkemi selama ratusan tahun.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Baik dan buruk adalah pilihan kita. Dan kita tahu mana yang terbaik menurut moral dan mana yang palsu menurut akal dan logika.

      Terkadang kualitas dan Tolok ukurnya juga rentan oleh waktu: ada yang pada zaman dulu dianggap sebagai kebenaran, ternyata hari ini adalah terbukti sebagai kepalsuan....😊

      Delete
  2. jadi ingat ponari dulu. Betapa naifnya bangsa kita

    ReplyDelete
  3. wah ketahuan ya mas kedoknya, jualan air kok sampai segitunya,..enggak takut dosa ya,..ha-ha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Duit kayaknya sumber pahala, mas Kuanyu sehingga ntar klo dah jadi duit dosa akan terhapus ha ha ha

      Delete

🌐请给我们一个礼貌的评论与任何相关的主题
⚘⚘Kami menghargai semua masukan
👫👫 Namun kami juga menjunjung tinggi kesopanan