DAMPAK DITUTUPNYA GOOGLE PLUS TRAFIK PARA BLOGGER PEMULA MENURUN TAJAM!

DAMPAK DITUTUPNYA GOOGLE PLUS TRAFIK PARA BLOGGER PEMULA MENURUN TAJAM!

Yang akan menghilang bersama kenangan
Bagi para blogger yang terbiasa berbagi via google plus dan menggunakan beberapa fitur dari sosmed yang satu ini akan merasakan dampaknya langsung:
  1. Komentar via google plus yang selama ini menyumbang trafik signifikan menghilang
  2. Berbagi melalui Wall, berbagi bersama komunitas blogger yang selama ini dilakukan segera hilang
  3. Mesin "penyaran" saya menyebutnya demikian karena begitu kita mempublish sebuah blog walau belum dibagikan konten atau artikel kita langsung "diview" oleh mesin dan admin gplus. Walau kecil sangat berarti untuk peningkatan jumlah trafik pengunjung halaman blog.
Seperti yang pernah di tulis oleh Steve Cooper bahwa G+ jauh lebih baik daripada media lain dalam hal meningkatkan CTR pengunjung terhadap blog hingga mencapai 35% artinya jika media ini di tutup para blogger harus bersiap kehilangan itu fasilitas tersebut.
Menurun tajam
Google sendiri berterus terang penutupan terpaksa dilakukan lebih dikarenakan kurangnya pengguna yang jauh berada  dibawah facebook dan twitter. Ditambah lagi dengan kebocoran data 50 juta pengguna. Lengkaplah sudah alasan untuk menutup google plus bagian consumer ini.

DAMPAKNYA TERHADAP TRAFIK BLOG
Bagi siapapun, pemula atau senior pasti akan merasakan dampaknya, penurunan trafik blog yang cukup signifikan.
Menurun tajam

Penurunan trafik bisa berarti penurunan penghasilan dari adsense. Performa blog berdasarkan statistik juga dirugikan. Bisa berarti lebih sedikit sumber daya dan lebih sedikit interaksi. Lebih sedikit link masuk.

Google plus selalu memiliki keterkaitan dengan mesin telusur, memiliki induk semang yang sama: Google. Sedikit banyaknya menunjukan keunggulan yang signifikan dalam menaikan performa sebuah halaman blog dimata mesin pencari.

Trafik blog pengguna Gplus pasti akan terkena dampak penurunan ini.

ALTERNATIF

Bagi mantan pengguna Google Plus. Walaupun sifatnya mungkin sementara, mencari alternative pengganti Gplus adalah sebuah keharusan, jika tidak ingin trafik blog sobat berlarut larut dalam ke vakuman. Saya secara pribadi sangat menyarankan sobat mencoba lebih dari satu media sosial untuk berbagi. Misalnya optimalkan facebook, Linkiden, twitter, Pinterest dan bahkan Instagram. Mulailah berpromosi disana.

Tidak secara spesifik saya juga menyarankan sesekali promo dengan dana uang. Ingat uang untuk mencari uang. Lihat tirto.id yang tadinya hanyalah sebuah site kecil sekarang mampu berdiri sejajar dengan website website besar. Tirto dengan teratur dan sistematis memanfaatkan kampanye berbayar adwords untuk menyebarkan konten kontennya, menurut saya hasilnya tidak mengecewakan.

Tidak sedikit momen politik yang mereka jadikan konten menjadi viral setelah dikampanyekan melalui adwords. Terlepas soal benar atau salah isi konten yang relatif soal kebenaran isinya, yang jelas dari sisi bisnis itu terlihat berhasil.

Facebook juga memiliki banyak grup grup blogger yang tidak kalah ramai dengan grup grup blogger Google Plus. Saya bergabung dengan grup BLOGGER KEPRI. Sobat bisa memilih mengkampanyekan konten melalui grup grup tersebut.

Facebook juga memiliki opsi "page" yang dapat kita manfaatkan buat kampanye blog berbayar. Facebook walaupun berada dibawah google dalam hal pengiklanan, namun memiliki tool yang tidak kalah efektif dengan google. Keduanya bersaing nyaris seimbamg dalam hal ini.

Pelajari hal ini menjelang kepergian google plus untuk selama lamanya. Jika sobat ingin menggantikan trafik yang hilang akibat kepergian Gplus. Cari alternatif pengganti secepatnya.

www.editblogtema.net

Beri Komentar ya...

3 Comments

  1. Iya nih... sekarang juga mulai mencari komunitas blogger lain untuk jadi tempat promosi .

    ReplyDelete
  2. waw,,, benar juga nih,, saatnya beraksi ke lain hati,, heheh he,,terima kasih min

    ReplyDelete

请给我们一个礼貌的评论与任何相关的主题
Just give us a polite comments with any related topics
Hanya komentar yang sopan dan berhubungan dengan topik