Help you by sincere

October 25, 2018

TANTANGAN MENJADI SEORANG BLOGGER MASA KINI

4
Segalanya pasti ada batasnya, perjalanan juga ada ujungnya. Ada jawaban mengapa teman teman blogger akhirnya memutuskan berhenti ngeblog. Ini hal lumrah dan ketika sesuatu pergi kita yang tinggal terkadang bertanya tanya dalam kehilangan.

Ketika saya memasuki masa kerja diatas 5 tahun disebuah perusahaan asing saya merasa ingin mengisi waktu dan ngeblog ternyata cukup bagus untuk itu ketimbang keluyuran menghabiskan uang, dan ketika saya menemukan bahwa ngeblog bisa di monetesi dengan program adsense, saya jadi mengerti mengapa orang orang bisa berputus asa alias berhenti ngeblog. Ada harapan pasti ada kekecewaan.

Pun pada saat beberapa teman pamit meningalkan perusahaan padahal dengan fasilitas bagus dan gaji puluhan juta, saya bertanya tanya apa yang mereka cari diluar sana. Mereka berkata: Dunia bukan hanya perusahaan ini. Dan saya langsung menuliskannya didalam buku harian saya dengan statemen yang berbeda: "Dunia bukan hanya blogging"

1. Jenuh

Saya datang dan pada awalnya bertolak dari kejenuhan dan memposisikan blogging sebagai "buku diary" untuk mengungkapkan apa saja yang ada didalam pikiran dan perasaan. Tetapi seiring waktu berjalan saya mendapatkan teman teman di dunia blogging dan mulai berbagi. Sampai hari ini jika saya merasa kesepian tentu saya akan mengutak atik blog saya. Saya tidak terlalu perduli dengan uang penghasilan blog karena saya masih bekerja, dan tidak berniat berhenti bekerja hanya untuk ngeblog, itu bukan saya samasekali. Mungkin suatu ketika saya juga akan mengikuti jejak teman teman, mencari hal baru, tantangan baru dan hidup baru di luar sana.

Tetapi ada juga teman teman yang datang ngeblog dengan segudang harapan untuk mendatangkan penghasilan dari ngeblog. Mereka membuat halaman dengan niche niche yang hebat, kami terkadang membuat dan mendesain templat bersama. Saya akui mereka para engineer koding dari berbagai negara dan bangsa dan diam diam saya banyak belajar. Entah mengapa bagi mereka skill itu tampak biasa biasa saja, tapi bagi saya skill koding itu sangat luarbiasa. Mereka tampak sangat ahli namun tidak terlalu bangga dengan kelebihan mereka tersebut.

Kemudian saya terus mengikuti blog blog mereka (yang rata rata berbahasa Inggris), semakin lama semakin jarang di update, sementara blog saya tetap saya update bahkan akhirnya saya memiliki 4 blog yang berbeda, sampai saya menyadari mereka akhirnya meninggalkan begitu saja blog mereka yang sebenarnya hebat dan premium dan telah memiliki ramai pengunjung. Terkadang kondisi tersebut membuat saya merasa berkecil hati, merasa apa yang kita sukai ternyata tidak semua orang menyukainya.

Dua orang yang paling dekat saya temui ketika kami bertemu di sebuah kafe di Singapore, dan bertanya apakah dia berhenti ngeblog? Dengan enteng dia menjawab dengan tertawa. "Lupakan itu". Dia memang sibuk dan saya yakin ngeblog akhirnya menjadi sangat membosankan bagi dia. Dia memiliki "mainan" baru yakni menekuni olahraga surfing, hidupnya terlihat berbeda: Sewaktu ngeblog dia sering menyendiri di kafe. Kini dia jauh lebih periang dan memiliki teman teman yang menarik. Well, paling tidak dia telah berbahagia, pikir saya.

Sepanjang perjalanan pulang ke Batam saya jadi keterusan berpikir, hidup itu indah, penuh warna warni, juga kesepian dan kehilangan karena ditinggalkan.

2. Penghasilan

Ada juga yang menaruh harapan besar ingin mendapatkan penghasilan, kalau bisa mendapatkan uang setiap bulan sebagai publisher adsense, namun jenis blogger seperti ini juga harus tahu, blogging sekarang berbeda dengan blogging lima atau enam tahun yang lalu ketika blogger belum seramai sekarang. Ketika teknik pengiklanan di web masih baru dan masih nampak canggih.
Programmatic media buy oleh penyedia iklan akhir akhir ini telah menyedot perhatian para blogger dunia, bahkan pihak Google sendiri harus bekerja keras mengatasi ini. Sayangnya tidak banyak yang dapat kita lakukan, segalanya memang sedang menuju perubahan dari waktu ke waktu. Programmatic media buy sangat efektif menggerus mata pencarian para publisher adsense yakni para blogger, artinya ini adalah berita buruk bagi para blogger. 

Karena cara pengiklanan ala blogger sudah terbilang tua atau tradisional, lamban, dan kalah jauh dalam ketepatan dan kecanggihan algoritma yang menarget psikologi konsumen atau sasaran produk yang di iklankan melalui programmatic ini. (Lihat skema yang menjadi alasan mengapa akhirnya pihak pengiklan lebih memilih "programmatic" ketimbang "traditional")

Tetapi dalam hukum ruang dan waktu hal ini wajar wajar saja: Bahwa segalanya akan berubah dan sedang berubah dan pasti akan berubah. Kita harus menerima hal ini karena tidak mungkin menentang perubahan. Jangan lupa dua tahun berlalu sudah cukup untuk membuat segala sesuatunya menjadi tampak tua dan usang.

Hal seperti contoh diatas harus dihadapi oleh seorang blogger masa kini. Sedangkan blogger itu sendiri hanyalah sebuah aplikasi yang secara luas telah kita pakai sebagai alat untuk blogging. Menghasilkan uang dari blogging walaupun peluangnya masih terbuka lebar namun tidak akan semudah membalikan telapak tangan. Blogger sama seperti Google Plus bisa saja tutup atau di tutup oleh pemiliknya jika sewaktu sewaktu sudah tidak memberikan "keuntungan"

Beberapa hotel tujuan wisata di luarnegeri bahkan sering mengusir para blogger yang ingin meliput namun mengharapkan bayaran dan menuliskan pengumuman "tidak menerima blogger" Ini tentu saja berita yang menyedihkan, trend ini akan menyebar jika kita para blogger tidak ngeblog dengan cara yang santun walaupun dengan tujuan komersial.

3. Tidak cinta menulis

Akhirnya menulis apa saja, curhat, dan hal hal rutin lainnya asalkan tetap update. Menulis harus memiliki tujuan dan tulisan harus memiliki kualitas yang memadai. Berkali kali saya membaca hal yang sama dan disampaikan oleh para blogger kawakan yang hebat dan sayangnya beberapa diantara  mereka kini juga telah "mengundurkan diri" dari dunia blogging. Atau sudah jarang ngeblog.

Jarang Blogger melakukan survey, mengumpulkan data dan memberlakukan editorial pada tulisan mereka, kalau kita ajukan mereka akan memiliki pikiran "memangnya saya sedang menulis sebuah naskah" atau "saya harus update, kuatir blog dilupakan orang" mengapa harus mengabaikan kualitas sebuah tulisan dan mematok diri sendiri sebagai bukan sekelas naskah yang berkualitas? Dari sudut ini saja seorang penulis tampak sudah "kalah"

Teman saya hanya menulis 2 kali dalam sebulan tapi selalu mendapat apresiasi dari para penggemarnya. Blognya selalu ramai seperti bumi dan langit jikalau dibanding dengan blog saya ini. Banyaknya jumlah postingan anda tidak menunjukan anda cinta menulis, justeru postingan atau tulisan yang berkualitas itu menunjukan bahwa kita menghormati sebuah tulisan atau postingan dan dengan itu kita layak mendapatkan respek dari para pembaca.

4. Tetap ngeblog

Jadilah seorang ngeblog karena cinta menulis (by passionate) bukan cinta uang. Seorang blogger yang sukses itu membutuhkan waktu bertahun tahun, bukan satu atau dua bulan, apalagi di masa sekarang.

Ada puisi yang saya terjamahkan dengan bebas ke dalam bahasa Indonesia:

Sampai masanya berakhir.
Koran koran lusuh dalam hitam putih waktu, 
Tak membedakan lumpur dan debu sobekannya terbang di bawa angin bercampur salju;

Lalu tablet tablet dan gagdet di tangan mereka menggulung mesin mesin cetak
Tak kusentuh lagi tulisan braile, tanganku sudah gemetar
melihat anak anaku tumbuh dengan handphone, membaca berita lebih cepat daripada angin yang membubu

Dan sepanjang waktu kini aku duduk kesepian di dalam kereta menuju hamphere square
kedinginan dan kesakitan...

4 comments:

  1. Nice mas. memberi wawasan dan juga semangat.
    Saya yakin mas ini rajin baca literatur kekinian. salut

    ReplyDelete
    Replies
    1. aduh terimakasih banyak sekali :)

      Delete
  2. Mantap infonya gan.

    ReplyDelete

Follow